KULON PROGO - Sejumlah kelompok pembudiaya ikan (Pokdakan) di Bumi Binangun menerima sejumlah bantuan.
Salah satunya, Kelompak Mina Lestari Banyuroto yang menerima bantuan budidaya ikan sistem bioflok.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo Drajat Purbadi menjelaskan, Pokdakan Mina Lestari merupakan satu dari dua kelompok penerima bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.
Bantuan tersebut baru akan diresmikan pada 20 Desember 2025 mendatang.
"Ini sedang uji coba sebelum peresmian, ada dua penerima di Kalurahan Banyuroto dan Triharjo," ucap Drajat, saat ditemui Radar Jogja pada uji coba bioflok di Kalurahan Banyuroto, Kapanewon Nanggulan, Rabu (3/11/2025).
Menurutnya, bantuan tersebut berasal dari kementerian yang sebelumnya diusulkan melalui pokok pikiran (pokir) DPR RI Siti Hediati Soeharto.
Lantaran, bantuan ini menyasar kalurahan yang memiliki potensi pada budidaya perikanan air tawar.
Bantuan bagi Pokdakan, meliputi kolam bioflok sebanyak delapan lubang, dengan penaung bangunan hanggar.
Di samping itu, sarpras pendukung perpipaan dan suplai air serta oksigen juga didapat dari bantuan.
"Memang adaptasinya, menggunakan sistem bioflok minim air dan tebar benih bisa lebih padat," ucapnya.
Bantuan sengaja mengadaptasikan sistem bioflok bagi ikan nila dan lele.
Sistem ini dianggap lebih menguntungkan dibanding sistem konvensional.
Lantaran, tak perlu melakukan penggantian air.
Efektivitas pembesaran juga lebih tinggi.
Mengingat sisa pakan yang tidak dilahap ikan dapat di daur ulang di dalam kolam.
Alhasil, dapat memangkas masa tunggu panen yang bisanya berkisar lima bulan menjadi tiga bulan.
Sementara itu, Perwakilan Pokdakan Mina Lestari Sudaryono menjelaskan, pihaknya mendapat bantuan dari proses pengusulan melalui anggota legeslatif.
Setelah menunggu beberapa bulan, bantuan berupa sarpras mulai dibangun dan dilengkapi.
"Ini sedang uji coba, untuk memastikan budidaya berhasil mulai dari air hingga kebutuhan aerator," ungkapnya.
Bagi kelompoknya, budidaya nila menggunakan bioflok baru pertama kali dilihat.
Sehingga, pelatihan diperlukan untuk memastikan keberlangsungan bantuan.
Pihaknya optimis dapat melanjutkan program bantuan tersebut.
Lantaran, metode bioflok menitikberatkan budidaya ikan dengan daur ulang air.
Metode ini, dapat dilakukan jika listrik hidup 24 jam.
Untungnya, bantuan dilengkapi dengan genset dan aerator yang dapat menyuplai oksigen dalam kondisi darurat.
"Kami juga berharap pemasaran dibantu, utamanya menyuplai MBG," ungkapnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva