KULON PROGO - Dinas Perhubungan (Dishub) Kulon Progo melakukan uji coba Program Sahabat Transportasi Anak (Shata).
Walau masih uji coba, program ini diminati beragam sekolah di Bumi Binangun.
Kepala Seksi Angkutan Dishub Kulon Progo Tedjo Priyono menyampaikan, Program Shata saat ini tengah dalam masa uji coba sebelum dilaksanakan secara reguler.
Program tersebut, mencoba mengangkat edukasi transportasi bagi kalangan anak-anak.
"Ini masih awalan, fokus ke edukasi transportasi, dan lalu lintas," ucap Tedjo, saat ditemui Radar Jogja di Alun-alun Wates, Selasa (2/12/2025).
Tedjo menjelaskan, program Shata berinduk pada program Kementerian Perhubungan yaitu sadar lalu lintas usia dini (SALUD).
Di Kulon Progo implementasinya disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak.
Utamanya, menyadarkan pentingnya transportasi.
Target program merupakan anak usia dini yang masih duduk di bangku TK ataupun PAUD.
Pelaksanaannya, anak-anak akan didampingi untuk berkeliling ke beberapa tempat menggunakan bus sekolah.
Kunjungan meliputi stasiun, ataupun terminal.
Di sela-sela waktu, anak-anak akan diberi pengetahuan terkait rambu lalu lintas, dan tertib berlalu lintas.
Anak-anak juga akan diajak bermain ke Alun-Alun Wates sebagai ruang publik.
"Kami juga menggunakan maskot, untuk menarik perhatian anak-anak," ucapnya.
Personel Dishub Kulon Progo memiliki cara unik untuk menarik perhatian peserta.
Salah satu caranya dengan mengenakan kostum zebra dan boneka petugas.
Tujuannya, agar anak-anak dapat tertarik mendengarkan penjelasan petugas.
Hal inilah yang membuat sejumlah TK atau PAUD tertarik mengikuti program walaupun dalam masa uji coba.
Selama masa uji coba, program ini dijalankan selama dua minggu sekali dengan jumlah peserta sekitar 20 orang.
Namun, antusias yang meluas membuat antrian program memanjang.
"Sudah ada yang antri sampai Mei nanti pelaksanaannya," ungkapnya.
Sementara itu, Guru TK Putra Utama 2 Kokap Susiyanti mengaku antusias saat mengikuti program Shata, Selasa (2/12/2025).
Lantaran, anak didiknya menikmati program dan tampak ceria dengan kegiatan.
"Anak-anak antusias, dan kebanyakan mereka mendapat wawasan baru," ungkapnya.
Susi menjelaskan, anak-anak mendapat pemahaman terkait menyebrang di jalan umum.
Terutama memanfaatkan zebra cross dan mencari pertolongan orang untuk menyebrangkan. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva