KULON PROGO - Puluhan ribu warga Kulon Progo tercatat sebagai penerima manfaat bantuan langsung tunai sementara kesejahteraan rakyat (BLTS Kesra).
Bantuan yang berasal dari Kementerian Sosial itu, didistribusikan melalui Kantor Pos ataupun Bank BUMN.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos PPPA Kulon Progo Margareta Ettik Dwi membenarkan pendistribusian BLTS Kesra. Penyaluran bansos tersebut akan dibagi dalam dua tahap.
"Ini bantuan dari pemerintah pusat, kebanyakan merupakan keluarga penerima manfaat (KPM) yang telah menerima beberapa program," ucap perempuan yang akrab disapa Etik, Minggu (30/11).
Etik menyampaikan, BLTS Kesra di Kulon Progo berjumlah 81 ribu penerima. Penyaluran bansos tersebut, kan menggunakan dua metode. Pertama, metode pengambilan melalui kantor pos, dengan jumlah penerima 20.362 orang. Kedua, metode transfer melalui bank ke rekening penerima sekitar 60 ribu orang.
Pada penyaluran bansos melalui Kantor Pos, penerima diwajibkan hadir untuk mengambil bantuan. Sebelumnya, penerima akan mendapat surat undangan dari kalurahan tempat domisili. Saat hadir, penerima wajib membawa KTP dan undangan untuk mengambil bansos tersebut.
Petugas nantinya akan memverifikasi data penerima, dan melakukan foto uang serta penerima. Tujuannya, untuk membuktikan bantuan telah diterima dengan baik.
"Untuk penyaluran di kantor Pos memang disediakan tiga gerai agar tidak ada penumpukan," ucapnya.
Etik menyampaikan, selain terbagi menjadi dua tahapan, penyaluran bansos melalui Kantor Pos dilakukan secara teratur.
Caranya, setiap kantor melakukan penjadwalan khusus, dan disediakan beberapa gerai untuk verifikasi serta pengambilan bansos. Tujuannya, mencegah antrian mengular.
Jika penerima tak bisa ikut antri dengan alasan kesehatan, disiapkan jalur khusus. Selain kantor Pos, puluhan ribu penerima akan mendapatkan bansos melalui rekening bank yang terdaftar.
"BLTS Kesra ditujukan untuk tiga bulan nilainya Rp 900 ribu, jadi setiap bulannya Rp 300 ribu," ucapnya.
Etik menghimbau agar penerima BLTS memanfaatkan bantuan sebaik mungkin. Masyarakat diminta melakukan pemenuhan kebutuhan pokok dari bantuan yang diterima.
Sementara itu, Penerima BLTS Kesra Inna Novita mengaku akan menggunakan bantuan tunai untuk mencukupi kebutuhan pokok. Lantaran, kebanyakan harga kebutuhan pokok naik.
"Dapat Rp 900 ribu untuk tiga bulan," ucapnya.
Inna menyampaikan, keluarganya memang telah menerima bantuan sejenis sebelumnya. Menurutnya, bantuan dari pemerintah sangat membantu perekonomian keluarga. Lantaran, keluarganya memiliki penghasilan kecil. (gas)
Editor : Bahana.