KULON PROGO - Bantuan belasan ribu kelapa genjah khusus dari Kementerian Pertanian mampu menjawab kendala petani kelapa di Kulon Progo.
Pasalnya, angka kecelakaan kerja dapat menurun akibat pohon yang relatif rendah.
Kepala Bidang Produksi dan Perlindungan Tanaman Pangan Perkebunan Dispertapa Kulon Progo Wazan Muzakir mengklaim bantuan menyelesaikan dua tantangan pertanian kelapa.
Terutama karakteristik pohon kelapa yang mayoritasnya berbatang tinggi.
"Paling utama menurunkan angka kecelekaan kerja, baik penderes nira ataupun tukang panjat kelapa," ucap Wazan, saat ditemui awak media, Selasa (25/11/2025).
Wazan menjelaskan, bantuan 13 ribu lebih bibit kelapa bukan sekedar tanaman belaka.
Bibit merupakan varietas F1 dari Genjah Pandan Wangi.
Varietas tersebut, merupakan hasil pengembangan pohon kelapa agar batangnya lebih pendek.
Alhasil, petani tak lagi berkutat dengan pekerjaan memanjat kelapa.
Hal itulah, yang diklaim mampu menjawab permasalahan pertanian kelapa.
Mayoritas pohon kelapa di Bumi Binangun berbadan tinggi.
Hampir setiap tahun, kecelakaan pemanjat pohon kelapa selalu terjadi.
Dengan tinggi dua meter, kelapa genjah pandan wangi mampu menghasilkan buah serta nira.
Hasilnya tak kalah dengan varietas kelapa yang ditanam petani di Kulon Progo.
Kondisi itu, mampu membuka peluang petani berusia lanjut untuk tetap bekerja.
Di samping itu, pohon yang rendah dapat menarik petani milenial.
Pasalnya, tak perlu keterampilan khusus untuk memanjat pohon kelapa.
"Pohonnya pendek, nilai ekonomisnya tinggi, dan tak memerlukan keterampilan khusus," ungkapnya.
Wazan menjelaskan, bantuan diklaim mampu meningkatkan produktivitas pertanian.
Sebab, penderes nira kelapa atau tukang panen hanya mampu memanjat 25 pohon per hari.
Sedangkan, varietas genjah penderes mampu memanen 100 pohon perhari.
Alhasil, petani dapat meningkatkan hasil panennya.
Sementara itu, petani kelapa asal Padukuhan Penggung Sungadi mendapatkan bantuan tiga bibit pohon kelapa.
Bibit bantuan kementerian rencananya akan ditanam di pekarangannya.
"Baru nyoba sekali ini, kalau lihat tetangga yang nanam umur tiga tahun sudah berbuah dan pendek," ungkapnya.
Bantuan bibit diklaim memberikan semangat ke dirinya yang telah memasuki lanjut usia.
Lantaran, dengan usia tak muda, Sungadi tak mampu memanjat banyak pohon kelapa.
Dalam sehari hanya 5-10 pohon kelapa yang mampu dipanjat. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva