Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Siap Beroperasi, Objek Wisata Paralayang Giri Sembung Menelan Anggaran Rp 2,7 Miliar

Anom Bagaskoro • Minggu, 23 November 2025 | 21:15 WIB

SERU: Pnerbang mengitari langit Perbukitan Menoreh melalui landasan Giri Sembung.
SERU: Pnerbang mengitari langit Perbukitan Menoreh melalui landasan Giri Sembung.
KULON PROGO - Objek Wisata Paralayang Giri Sembung, Kalurahan Banjarasri, Kapanewon Kalibawang segera beroperasi di 2026 nanti. Objek wisata yang menelan anggaran miliaran rupiah itu, nantinya dapat memantik sektor pariwisata.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Sutarman menjelaskan, tahapan yang telah dilalui pihaknya.

Di tahun 2024, pembangunan objek wisata paralayang di Puncak Giri Sembung telah dilakukan.

Mendapat dukungan Dais senilai Rp 600 juta, pembangunan telah dimulai dengan membuat akses menuju take off paralayang.

"Tahun 2025 mendapat Dais, senilai Rp 2,7 miliar untuk pembangunan keseluruhan," ucap Sutarman, Minggu (23/11).

Sutarman menyampaikan, pembangunan objek wisata dilakukan dalam dua tahapan. Di tahun 2024, pembangunan fokus pada penataan lahan serta akses.

Sedangkan, 2025 berfokus pada penyediaan fasilitas bagi olahraga paralayang serta pengunjung.

Perkembangan pembangunan, objek wisata paralayang telah mencapai angka 100%. Dipastikan, akhir 2025 nanti serah terima pekerjaan dari kontraktor ke Pemkab Kulon Progo bakal terjadi.

Pasalnya, target operasional berada di akhir tahun 2025. Sedangkan untuk menerima kunjungan, objek wisata akan dimulai tahun 2026 nanti.

"Sesegera mungkin akan beroperasi," ucapnya.

Sutarman menjelaskan, dipilihnya Puncak Giri Sembung sebagai objek wisata paralayang merupakan hasil kajian. Selain itu, beberapa kali pegiat paralayang melakukan take off di atas bukit Giri Sembung.

Sedangkan landing di Lapangan Banjarasri. Giri Sembung juga memiliki keunggulan dibanding objek wisata paralayang lain, dalam hal durasi penerbangan.

Dengan beroperasinya Giri Sembung, diharapkan mampu memantik sektor pariwisata, utamanya sport tourism.

Lantaran, sejumlah sport tourism di Bumi Binangun belum berjalan optimal. Padahal potensi cukup banyak, mulai dari srum jeram hingga paralayang.

Selain mengangkat potensi sport tourism, pihaknya dapat mengoptimalkan pariwisata di Perbukitan Menoreh. Pasalnya, Perbukitan Menoreh mulai dilirik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Sebelumnya, Kepala Pengurus Provinsi Paralayang DIJ Alfari menyampaikan, spot paralayang di Kalibawang menjadi tempat baru bagi penggiat paralayang sepertinya. 4 tahun lalu spot ini telah di uji coba oleh pegiat paralayang. Uji coba tersebut, kemudian sambut baik oleh Dinas Pariwisata dan Kalurahan Banjarasri.

"Dibuatkan tempat takeoff di Giri Ssembung tempat awal kami berlatih," ucap Alfari.

Alfari menyampaikan, di DIJ tempat paralayang hanya ada di Pantai Parangtritis. Namun, tempat ini hanya bisa digunakan selama 3 bulan dari Oktober hingga November. Lantaran, paralayang membutuhkan angin timur yang bergantung pada cuaca. Sedangkan, di Kalibawang angin timur bisa ditemui sepanjang tahun.

Deretan bukit di barisan Perbukitan Menoreh juga menambah faktor kebelangsungan paralayang. Pasalnya, angin yang mengarah ke perbukitan memudahkan paralayang untuk terbang lebih lama dibandingkan di Pantai Parangtritis. Udara sejuk juga mendukung penerbangan di wilayah utara. (gas)

Editor : Bahana.
#Kulon Progo #Giri Sembung Kulon Progo #Banjarsari