Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dipakai Jadi Nama Jembatan, Kabanaran Ada sebelum Pesanggrahan Ambarketawang dan Keraton Jogja

Anom Bagaskoro • Sabtu, 22 November 2025 | 15:30 WIB
SEJARAH: Makam Kiyai Depok Tambakboyo yang dulunya dipercaya menjadi cikal bakal Kalurahan Banaran.
SEJARAH: Makam Kiyai Depok Tambakboyo yang dulunya dipercaya menjadi cikal bakal Kalurahan Banaran.

KULON PROGO - Warga Kalurahan Banaran, Galur, Kulon Progo, percaya dengan sejarah Pangeran Mangkubumi sempat mendirikan markas perjuangan di desa mereka. Bahkan diyakini keberadaan Desa Kabanaran ada sebelum Pesanggrahan Ambarketawang di Gunung Gamping dan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat berdiri.


“Sebagian besar masyarakat kami percaya cerita perjuangan Mangkubumi di bumi Kalurahan Banaran,” ucap Lurah Banaran Haryanta Jumat (21/11).


Dia mengaku sejak anak-anak, cerita itu sudah diketahuinya. Kisah tutur itu tersebar dari mulut ke mulut. "Cerita yang berkembang Pangeran Mangkubumi sempat madepok atau bermarkas di desa ini," lanjutnya.


Haryanta menjelaskan, cerita yang berkembang hanya menjelaskan markas Mangkubumi. Tapi tak menerangkan proses penobatan Mangkubumi menjadi Sunan Kabanaran.


Diakui, cerita rakyat itu perlu dibuktikan secara ilmiah. Namun pembuktian sulit dilakukan. Pemerintah Kalurahan Banaran juga mengalami keterbatasan. Tidak dapat melakukan karena minimnya catatan sejarah atau toponim yang ditinggalkan. “Terutama aktivitas Pangeran Mangkubumi di Kalurahan Banaran,” paparnya.


Sebagian masyarakat percaya, situs Makam Kiai Depok Tambakboyo di Padukuhan Bleberan, Kalurahan Banaran menjadi markas perjuangan Mangkubumi. Di lokasi itu, terdapat sejumlah makam. Diyakini sebagai cikal bakal berdirinya Kalurahan Banaran. Sekaligus makam tokoh penyebar agama Islam. "Yang tersisa hanya situs Kiai Depok Tambakboyo, persis di samping Sungai Progo," ungkapnya.


Soal nama Kabanaran, Haryanta mencatat adanya perubahan nama. Di tahun 1925, nama Kalurahan Kabanaran berubah menjadi Banaran. Saat itu, lurah pertama bernama Padmo Diharjo. Sosok lurah ini mengumpulkan warga sekitar untuk mendirikan kalurahan dengan mengubah nama menjadi lebih pendek. Kalurahan Banaran.


Terlepas dari perdebatan soal Desa Kabanaran, Haryanta menyebut warganya menyambut baik nama Jembatan Pandansimo diganti menjadi Jembatan Kabanaran. "Kami menyambut baik karena nama itu dekat dengan kami. Berhubungan dengan cikal bakal Kalurahan Kabanaran," ungkapnya. (gas/kus/laz)

Editor : Herpri Kartun
#gunung gamping #Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat #Kalurahan Banaran #Mangkubumi #ambarketawang