KULON PROGO - Pemkab Kulon Progo berupaya menggaet generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
Sejumlah bantuan alat pertanian berbasis teknologi digelontorkan.
Dorong semangat pemuda untuk bertani.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menjelaskan, pentingnya regenerasi petani di Bumi Binangun.
Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kulon Progo, regenerasi di tingkat pertanian cenderung minim.
Sekitar 140 orang dengan rentang usia 19-39 tahun.
Den kecenderungan dari mereka memilih bertani mandiri pertanian holtikultura.
Menurut Agung, sektor pertanian sudah waktunya bertransformasi dengan zaman.
Tujuannya, agar generasi muda dapat ikut serta.
"Kami memang ingin menggaet anak muda, pertanian bukan lagi kotor-kotoran," ucap Agung, saat ditemui Radar Jogja, Jumat (21/11).
Komitmen pemkab dalam menggaet anak muda, tercermin pada uji coba penggunaan traktor sawah di Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Wates.
Bukan seperti traktor konvensional, alat untuk menggemburkan tanah ini memiliki metode kendali jarak jauh.
Sehingga, petani tak lagi terjun ke dalam area persawahan yang berlumpur.
Agung menjelaskan, tahun 2025 ini hanya ada dua traktor nir awak bantuan Pemkab Kulon Progo.
Di tahun selanjutnya, pemkab akan menggenjot bantuan serupa untuk menciptakan smart farming.
Di samping bantuan bersumber APBD, pemkab berupaya mengusulkan bantuan alat pertanian modern yang bersumber APBN ataupun Dana Keistimewaan.
Lantaran, potensi Bumi Binangun masih lekat pada sektor pertanian.
Namun, memiliki masalah regenerasi petani.
Sementara itu, Perwakilan Kelompok Tani Penerima Bantuan Traktor Sahadadi menjelaskan efisiensi waktu dari alat tersebut.
Traktor nir awak, dapat digerakkan dari jauh. Membuat aktivitas berjalan di dalam lumpur dapat dipangkas.
"Ini lebih santai dan efisien, seperti bermain game," ucapnya.
Sahadadi menjelaskan, penggunaan alat modern dalam membajak sawah memudahkan petani.
Lantaran, petani memakan waktu dalam memutar dan berbalik arah pada traktor konvensional.
Kemudahan inilah, yang dianggap akan menarik minat anak muda. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva