KULON PROGO - Kompetisi arung jeram kembali digelar Pemkab Kulon Progo.
Ratusan peserta dari enam provinsi berpartisipasi dalam kompetisi itu, untuk menaklukan jeram Sungai Progo.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Sutarman menjelaskan, Arung Progo dapat kembali digelar berkat dukungan dana keistimewaan.
Berbeda dengan tahun sebelum, tahun ini kompetisi difokuskan skala nasional.
Adapun kegiatan berlangsung mulai 20-23 November 2025.
"Jadi untuk tahun ganjil skala nasional, sedangkan genap skala internasional," ucap Sutarman, saat ditemui Radar Jogja di Gerbang Samudera Raksa, Kamis (20/11/2025).
Sutarman menyampaikan, digelarnya kompetisi arung jeram untuk memfasilitasi atlet lokal dan nasional.
Di Kulon Progo, sejumlah pegiat arung jeram dan terpusat di Gerbang Samudera Raksa, Kalurahan Banjaroya, Kapanewon Kalibawang.
Sehingga, perlu kompetisi agar mampu meningkatkan kemampuan serta pengalaman.
Selain masalah atlet, diadakannya arung jeram untuk memantik ekosistem sport tourism.
Lantaran, Sungai Progo memiliki kualitas air yang mendukung kegiatan arung jeram.
Di samping, wilayah kalurahan terdekat juga memiliki spot wisata serupa.
Harapannya, melalui kegiatan kompetisi dapat menarik kunjungan wisata.
Sementara itu, Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) DIY Agus Langgeng Basuki menyampaikan, 240 peserta dari enam provinsi berkompetisi di Arung Progo 2025.
Pada kategori empat orang (R4) terdapat tiga mata lomba. Diantaranya, down river race, sprint, dan head to head.
"Lomba lain seperti, kayak dan riverboarding, serta paling jarang ditemui lomba resceu," ungkapnya.
Di tahun 2025 ini, kondisi arus dan jeram di Sungai Progo cukup kuat.
Ketinggian debit sungai juga mengalami kenaikan, akibat curah hujan tinggi.
Hal ini, membuat FAJI mempertimbangkan rute yang lebih aman untuk dilalui.Namun, perubahan rute dipastikan tak akan mengurangi keseruan kompetisi itu.
Keseruan kompetisi dirasakan salah satu peserta asal Kabupaten Bantul Lazunka Alwi Prihandoko.
Debit sungai yang tinggi, ternyata membuat arus tak terkendali. Hal ini justru menjadi tantangan tersendiri bagi timnya.
"Banyak jeram besat, tadi sempat perahu tiba-tiba naik sendiri padahal sudah dikontrol," ungkapnya.
Alwi menyampaikan, timnya telah menandai sejumlah titik jeram yang berbahaya.
Tujuannya, meminimalisir perahu terbalik atau tak terkendali.
Kendati, kondisi debit air tinggi, timnya optimis dapat menaklukkan jeram di Sungai Progo. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva