KULON PROGO - Kereta Api (KA) Bandara mengalami mogok di timur Pasar Cikli, Kulon Progo, Rabu (12/11/2025).
Kejadian itu, membuat penumpang di dalamnya keos.
Lantaran, mereka harus mengejar waktu keberangkatan pesawat.
Salah satu penumpang Muslih Affandi merasa panik karena sudah satu jam terjebak di dalam kereta.
"Tujuannya mau ke YIA, mau terbang ke Jambi," ucap Muslih, saat ditemui Radar Jogja, Rabu (12/11/2025).
Sebelumnya, kereta berjalan dengan lancar dari Stasiun Tugu.
Namun, 10 menit sebelum sampai tujuan YIA, kereta tiba-tiba berhenti.
Muslih sempat bingung karena kerata berhenti tiba-tiba.
Di samping itu, dirinya juga perlu mengejar waktu keberangkatan pesawat.
Alhasil, saat pintu kereta dibuka, penumpang diarahkan ke transportasi lain.
Hal serupa juga dirasakan penumpang Oddy.
Oddy menjelaskan, telah menunggu di dalam kereta selama satu jam.
Dirinya dan keluarga, hendak bertolak ke Medan menggunakan pesawat di YIA.
Akibat mogoknya kereta, penerbangannya terancam ditunda.
"Mau ke medan, infonya angin kereta tidak mau naik jadi mogok," ungkapnya.
Kekesalan Oddy terhadap layanan KA diungkapkan dengan video.
Akibat mogoknya kereta, penerbangannya terancam ditunda.
Merekam momen penumpang yang turun dari kereta, dirinya mempertanyakan pelayanan kereta bandara.
Pantauan Radar Jogja di lokasi, ratusan penumpang KA Bandara terpaksa turun dari gerbong.
Mereka diarahkan oleh petugas untuk menyebrang rel.
Lantaran, lokasi berhenti kereta tidak landai dan berada di rel aktif jalur kereta.
Kepanikan penumpang semoat terjadi.
Lantaran, beberapa penumpang telah melewati jam keberangkatan pesawat.
Bahkan penumpang panik, memesan moda transportasi online.
Alhasil, terjadi penumpukan penumpang di dekat jalan sekitar pemberhentian. Kemacetan juga tak luput dari sorotan.
Transportasi online yang dipesan penumpang secara besar-besaran membuat penumpukan kendaraan.
Sekitar pukul 12.30 WIB kebanyakan penumpang telah melanjutkan perjalanan menggunakan moda transportasi lain.
Namun, KA Bandara belum melanjutkan perjalanan hingga berita ini dibuat. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva