KULON PROFO - Dinas Kebudayaan (Dinbud) Kulon Progo kembali menggelar pameran seni lukis anak.
Kulon Progo Anual Art 2025 bertajuk Jangan Injak Anak Tangga yang mencerminkan kasus bullying dan diskriminasi pada anak.
Kepala Dinbud Kulon Progo Joko Mursito menjelaskan, kesengajaan tema tersebut karena banyak kejadian serupa di berbagai daerah yang mempu mematikan ruang ekspresi anak.
"Tajuknya Jangan Injak Anak Tangga, atau jangan injak anak tetangga," ucap Joko, saat ditemui awak media, Senin (10/11/2025).
Joko menjelaskan, tajuk yang dipilih memberikan frasa injak anak tetangga memiliki artian khusus.
Dalam hal ini, injak anak tetangga dianggap sebagai tindakan yang mampu mematikan ruang ekspresi anak. Hal ini mengacu pada kasus bullying dan diskriminasi anak.
Dengan media seni lukis dan pameran, Dinbud Kulon Progo berupaya menyampaikan pencegahan kasus bullying serta deskriminasi.
Baca Juga: PBG Sleman Capai 2.190 Permohonan, DPUPKP Percepat Proses Pelayanan, Bisa Selesai dalam Dua Hari
Kegiatan yang mengekspresikan diri ini, diklaim mampu menumbuhkan jiwa anak untuk tak melakukan tindakan bullying .
"Jumlah pesertanya ada 40 anak, peserta merupakan anak-anak terbaik yang telah berkarya," ungkapnya.
Joko menyampaikan, kebanyakan peserta telah beberapa kali mengikuti lomba lukis. Paling banyak pernah mengikuti lomba lukis DIY-Kyoto, dan berasal dari Kulon Progo. Setiap peserta akan menampilkan dua karya lukisnya. Sedangkan, karya lukis akan dipamerkan di kantor Dinbud Kulon Progo.
Baca Juga: Presiden Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada 10 Tokoh: Soeharto Hingga Marsinah
Sementara itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menjelaskan pentingnya kegiatan lomba lukis yang didanai Dana Keistimewaan tersebut. Menurutnya, lomba lukis merupakan sarana membukan ruang ekspresi dan interaksi anak.
"Jangan membatasi ruang ekspresi anak," ungkapnya.
Agung menjelaskan, tajuk Jangan Injak Tangga sesuai dengan isu sosial yang ada. Lantaran, banyak kejadian bullying dan diskriminasi di kalangan anak.
Penyebabnya berbagai macam, namun dampaknya mengerucut pada matinya ekspresi anak. Hal ini juga menyebabkan tumbuh kembang anak terganggu. (gas)