Pohon berukuran jumbo itu, roboh hingga menutup seluruh badan Jalan Nagung-Brosot.
Kapolsek Panjatan Iptu Muji Untoro menyampaikan, robohnya pohon perindang jalan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB.
Kejadian itu, langsung ditindaklanjuti oleh personelnya dan menghubungi pihak terkait lain.
"Laporan masuk, kebetulan dekat dengan kantor polsek maka kami langsung penerjunan personel," ucqp Iptu Muji, Minggu (9/11).
Iptu Muji menyampaikan, penerjunan personel dan alat langsung dilakukan untuk penanganan pohon roboh.
Lantaran, jalan tersebut merupakan akses strategis dan jalur alternatif keluar masuk kendaraan dari luar daerah. Penerjunan personel juga dilakukan oleh BPBD, relawan, dan warga sekitar.
Tak membutuhkan waktu lama, batang pohon yang sebelumnya menutup keseluruhan badan jalan akhirnya bisa terevakuasi. Arus lalu lintas tak perlu dialihkan.
Mengingat sebagian jalan sudah dapat dibuka. Sedangkan setengah badan jalan lain, membutuhkan waktu untuk evakuasi batang pohon yang berukuran jumbo.
"Ini cukup besar, tetapi dapat ditangani dengan waktu 15 menit," ucapnya.
Iptu Muji menghimbau, agar masyarakat pengguna jalan dapat berhati-hati selama melintas di Jalan Nagung-Brosot.
Lantaran, jalur tersebut rawan kecelakaan. Selain itu, potensi pohon tumbang seringkali terjadi.
Sementara itu, Personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kulon Progo Cornelius Hadi Susilo menjelaskan, laporan masuk ke BPBD sekitar pukul 10.30 WIB. Laporan lantas ditindaklanjuti dengan penerjunan lima personel, dilengkapi alat potong pohon.
"Tidak terlalu lama, karena banyak bantuan dari kepolisian, TNI, relawan, dan masyarakat," ungkapnya.
Pohon tumbang dapat diatasi, walaupun sempat membuat akses jalan terputus. Menurutnya, pohon asam berdiameter satu meter itu telah lapuk.
Sehingga, tak mampu menahan beban dahan di atasnya, hingga berujung roboh.
Pihaknya menghimbau agar masyarakat berhati-hati selama berkendara di Jalan Nagung-Brosot.
Lantaran, banyak pohon telah berumur puluhan tahun dan berpotensi roboh sewaktu-waktu. Utamanya, pasca hujan lebat ataupun saat badai angin terjadi. (gas)
Editor : Bahana.