KULON PROGO - Temuan keluarga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kalurahan Sogan, Wates membuat DPRD Kulon Progo mengambil sikap. Lembaga legeslatif ini, menyoroti tak adanya fasilitas selter khusus untuk pengobatan ODGJ.
Ketua DPRD Kulon Progo Aris Syarifuddin menjelaskan, pihaknya telah bersilaturahmi dengan keluarga ODGJ. Dalam kunjungannya itu, DPRD Kulon Progo menyalurkan bantuan sekaligus mendorong pemkab mengambil sikap.
"Ini menjadi evaluasi kami, kenyataannya banyak kasus seperti ini," ucap Aris, saat ditemui Radar Jogja pada kunjungannya di rumah Keluarga ODGJ, Jumat (7/11).
Baca Juga: BMKG Yogyakarta Deteksi Siklon Kalmaegi, Waspada Cuaca Ekstrem dan Gelombang Laut Tinggi
Aris mengungkapkan, fenomena ODGJ seperti gunung es. Pasalnya, temuan kasus ODGJ cukup banyak terjadi. Namun, temuan tak ditanggapi serius oleh Pemkab Kulon Progo. Lantaran, sejumlah fasilitas pelayanan bagi pengidap ODGJ tak segera dibangun.
Bahkan sarpras pendukung untuk pelayanan mobilisasi pasien ODGJ tak cukup mumpuni. Dinas Sosial PPPA Kulon Progo sebagai leading sector-nya, justru kekurangan mobil dinas untuk mobilisasi pasien ODGJ. "Kami mendorong adanya kolaborasi antar stakeholder, baik legeslatif ataupun instansi OPD Pemkab Kulon Progo," ungkapnya.
Kunjungannya di Kalurahan Sogan menunjukkan peran lembaga legeslatif dalam menggodog regulasi. Nantinya, DPRD Kulon Progo berencana menyusun kebijakan penanganan ODGJ. Termasuk mendorong pendirian selter khusus ODGJ.
Sementara itu, Ketua Komisi 4 DPRD Kulon Progo Edi Priyono menegaskan pentingnya panti dalam penanganan kasus ODGJ. Menurutnya, banyaknya kasus ODGJ di Kulon Progo belum tertangani secara maksimal.
"Panti rehabsos di DIJ pasti overload, jadi mau tidak mau Kulon Progo didorong memiliki panti," ungkapnya.
Dia menyebut, banyak pasien ODGJ tanpa alamat dan identitas yang ditampung di Panti Rehabsos DIJ. Akibatnya, pasien menumpuk di panti. Alhasil, ODGJ di Kulon Progo tak dapat menerima fasilitas pengobatan dan rehab yang layak.
Baca Juga: Astra Motor Yogyakarta Ajak Komunitas Honda CBR250RR “Melesat Lebih Cepat” di Mandalika
Selain panti, masalah transportasi pelayanan menjadi sorotan. Selama ini, pekerja sosial di bawah Dinsos PPPA Kulon Progo tak memiliki moda transportasi angkutan.
"Selama ini antar jemput pasien darurat ataupun ODGJ banyak menggunakan mobil pribadi," ungkapnya. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo