Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Petani Bawang Merah di Kulon Progo Kritik Kualitas dan Ketersediaan Pupuk di Depan Zulhas: Begini Katanya...

Anom Bagaskoro • Senin, 3 November 2025 | 03:26 WIB
 
Menko Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan berdialog dengan petani mengenai kualitas dan ketersediaan pupuk, di Kalurahan Demangrejo, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo, DIJ, Minggu  (2/11/2025).
Menko Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan berdialog dengan petani mengenai kualitas dan ketersediaan pupuk, di Kalurahan Demangrejo, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo, DIJ, Minggu (2/11/2025).
 
KULON PROGO - Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan mendapatkan kritikan dari petani bawang merah di Kalurahan Demangrejo, Kapanewon Sentolo, Minggu (2/11/2025). 
 
Kritik dari petani, menyoroti kualitas pupuk hingga ketersediaan pupuk bagi komoditas bawang merah.
 
Kritikan dari petani dilontarkan saat, Zulkifli Hasan meninjau penyaluran pupuk subsidi di Kalurahan Demangrejo.
 
Kegiatan itu dilanjutkan dengan Rembug Tani yang memberikan ruang petani untuk menyampaikan pendapatnya.
 
Baca Juga: Perubahan Sistem Produksi, Menko Bidang Pangan Zulhas Jamin Ketersediaan dan Keterjangkuan Pupuk Subsidi
 
Salah satu petani bernama Pariman menjelaskan, Kalurahan Demangrejo merupakan penghasil bawang merah yang berdampingan dengan Kalurahan Srikayangan.
 
Kondisi itu, menuntut kebutuhan pupuk berkandungan fosfat sangat dibutuhkan.
 
"Fosfat itu dibutuhkan pak untuk memperkuat akar, bisa untuk padi dan bawang merah," ucap Pariman, dengan jujur di hadapan Zulhas, Minggu (2/11/2025).
 
Baca Juga: Berhasil Sabet Juara 2 di MCR 2025, Siswa MTs Negeri 1 Kebumen Bawa Konsep Mobile Floating Farm
 
Pariman berharap, pupuk fosfat dapat diberi subsidi oleh pemerintah. Lantaran, harganya tak ramah bagi kantong petani.
 
Selain pupuk fosfat, beberapa pupuk khusus bawang merah juga tak mudah ditemukan.
 
Ketua Gapoktan Sido Rukun Demangrejo Seniya membenarkan kondisi yang dikeluhkan anggota kelompoknya.
 
Baca Juga: Paniradya Kaistimewan DIY Pastikan Program BKK Kalurahan Dianggarkan 2026, Dorong Penanganan Stunting dan Pemberdayaan Masyarakat
 
Beberapa anggotanya, juga mengeluhkan kualitas pupuk yang sulit ditebak. Dalam satu karung pupuk subsidi, kualitasnya tak bisa dijamin.
 
"Dalam satu sak itu, bisanya ada butiran pupuk yang keras tidak hancur, itu menyulitkan petani," ungkapnya.
 
Seniya mengungkapkan, ciri pupuk yang tak mudah hancur biasanya mengambang saat direndam ke dalam air.
 
Kondisi ini, cukup mengkhawatirkan bagi petani sepertinya. Lantaran, potensi pupuk terserap tanaman atau tanah dimungkinkan tak terjadi dengan baik.
 
Baca Juga: Pemkot Jogja Bakal Tata Ulang Lapangan Minggiran di Mantrijeron, Hasto Wardoyo Hasto Wardoyo Soroti Alih Fungsi Pergola Jangan Buat Tempat Jualan
 
Sementara itu, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan tindaklanjut atas keluhan petani. Lantaran, pemerintah berupaya menggenjot produksi pangan dalam negeri. Membuat kebutuhan petani harus dicukupi sesegera mungkin.
 
"Mohon segera ditindaklanjuti Pupuk Indonesia, kok bisa pupuk keras," ucapnya.
 
Selain itu, usulan pengadaan subsidi untuk kebutuhan komoditas bawang merah juga ditindaklanjuti.
 
Secara pribadi, Zulhas mencatat kebutuhan bagi petani bawang. Menurutnya, produksi holtikultura perlu digenjot. Utamanya, untuk menyediakan bahan pangan segar bagi masyarakat luas, dan menyukseskan program makan bergizi gratis (MBG). (gas)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#pupuk subsidi #fosfat #zulkifli hasan #Kulon Progo #Menko Bidang Pangan RI #petani bawang merah