Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Perubahan Sistem Produksi, Menko Bidang Pangan Zulhas Jamin Ketersediaan dan Keterjangkuan Pupuk Subsidi

Anom Bagaskoro • Senin, 3 November 2025 | 03:21 WIB
 
Menko Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan berdialog dengan petani mengenai kualitas dan ketersediaan pupuk, di Kalurahan Demangrejo, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo, DIJ, Minggu (2/11/2025).
Menko Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan berdialog dengan petani mengenai kualitas dan ketersediaan pupuk, di Kalurahan Demangrejo, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo, DIJ, Minggu (2/11/2025).
 
KULON PROGO - Kebutuhan pupuk subsidi bagi petani dijamin oleh pemerintah pusat. Pada 2025 ini, beberapa gebrakan baru diluncurkan untuk menjamin kebutuhan pupuk. Salah satu gebrakannya, perubahan pada sistem produksi pupuk nasional.
 
Menko Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan mengungkapkan, pemerintah berkomitmen menyejahterakan petani. Salah satu caranya, dengan menurunkan harga dan menjaga ketersediaan pupuk subsidi.
 
"Pupuk Indonesia berhasil merubah sistem dari cost plus ke market to market," ucap Zulhas, saat ditemui awak media, Minggu (2/11/2025).
 
 
Zulhas menjelaskan, perubahan sistem yang dilakukan produsen pupuk nasional berdampak besar bagi sektor pertanian Indonesia.
 
Lantaran, sistem Market to Market menjaga pupuk subsidi sesuai kebutuhan dalam negeri
Seelumnya, produsen pupuk nasional mengadaptasi sistem cost plus. Sistem ini, dinilai kurang efektif karena harganya tak mudah dijangkau.
 
Sistem market to market ini, membuahkan hasil berupa penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen.
 
 
Dalam kunjungannya di Kalurahan Demangrejo, Kapanewon Sentolo, Zulhas juga menyoroti perihal distribusi pupuk ke patani.
 
Menurutnya, kemudahan akses pupuk subsidi dapat dirasakan petani. Petani cukup membawa KTP untuk menebus pupuk.
 
Sementara itu, Ketua Gapoktan Sido Rukun Demangrejo Seniya mengapresiasi langkah pemerintah. Gebrakan penurunan pupuk subsidi membuat petani kecil sepertinya, menerima manfaat.
 
"Bersyukur ada penurunan, apalagi penyaluran pupuk tidak telat," ungkapnya.
 
 
Seniya menjelaskan, pupuk subsidi dulunya seringkali tak tersedia saat menjelang masa tanam.
 
Alhasil, petani perlu menebus pupuk non subsidi dengan harga mahal. Padahal selisih harga sekitar Rp 200 ribu per sak.
 
Selain penyaluran tepat waktu, penurunan harga pupuk subsidi membuat petani mendapat keuntungan.
 
Lantaran, ongkos produksi dapat ditekan seminimal mungkin. Penurunan pupuk sbesar 20 persen diklaim menurunkan ongkos produksi sekitar 40 persen. (gas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#pupuk subsidi #pertanian indonesia #zulhas #pupuk nasional #zulkifli hasan #Menko Bidang Pangan RI #Petani