Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sambut Jembatan Pandansimo, Kalurahan Banaran Kembangkan Wisata Susur Sungai

Anom Bagaskoro • Minggu, 2 November 2025 | 11:50 WIB

 

 

Dokumentasi Kalurahan Banaran  KONSERVASI: Perahu Wisata Kalurahan Banaran membawa penumpang yang menanam bakau.     i   Siapkan Konsep Konservasi dan Pariwisata Berkelanjutan
Dokumentasi Kalurahan Banaran KONSERVASI: Perahu Wisata Kalurahan Banaran membawa penumpang yang menanam bakau.   i  Siapkan Konsep Konservasi dan Pariwisata Berkelanjutan

Memanfaatkan momentum pembukaan Jembatan Pandansimo, Kalurahan Banaran, Galur, Kulon Progo mulai menggarap kegiatan konservasi alam. Dengan fokus konservasi muara Sungai Progo, Kalurahan mengoptimalkan potensi wisata yang dimiliki.

Lurah Banaran Haryanta menjelaskan, potensi di desanya tergolong banyak. Mulai dari potensi pertanian hingga pariwisata. Namun, pihaknya tengah mengupayakan pengembangan pariwisata. T

erutama untuk menyambut kehadiran Jembatan Pandansimo. "Sebelum jembatan dibuka kami telah membuat konsep dan mengerjakannya," ucap Haryanta, Jumat (31/10).

Haryanta menyampaikan, potensi pemgembangan wilayah telah mendapat kajian khusus. Tiga bulan sebelum dibukanya jembatan, kalurahan telah merealisasikan konsep tersebut. Konsep itu, berupa konservasi muara Sungai Progo dan pariwisata susur sungai.

Penggabungan dua konsep ini, mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Wilayah Banaran yang berada di pertemuan laut selatan dan Sungai Progo menjadi alasan dibalik pengembangan pariwisata berkelanjutan. Wilayah pesisir dan muara memiliki ancaman abrasi perlu dicegah.

Potensi sekaligus ancaman inilah yang membuat Banaran mengusung konsep itu. Tak langsung merealisasikan konsep, kalurahan sempat menggandeng beberapa universitas untuk pengembangan. Melalui penelitian dan kajian, konsep wisata konservasi dan susur Muara Sungai Progo terbentuk.

Di 2025 ini, beberapa trip khusus telah dilakukan. Menggandeng pokdarwis setempat, upaya konservasi dan mengangkat wisata dapat terealisasikan. Bahkan konsep ini mendapat dukungan, dengan banyaknya animo masyarakat yang menunggu operasional pariwisata susur sungai. "Animo semakin baik, ketika jembatan beroperasional," ungkapnya.

Menurutnya animo masyarakat bertambah, saat beberapa kali ujicoba memperlihatkan pemandangan Jembatan Pandansimo. Dilihat dari bawah Sungai Progo, tampak megah Jembatan Pandansimo yang menjadi daya tarik tersendiri.

Kendati masih uji coba, wisata konservasi dan susur sungai segera teralisasi di tahun 2026 mendatang. Pihaknya memastikan pengelolaan akan dilakukan oleh BUMKal dan pokdarwis. (gas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#wisata susur sungai #Kulon Progo #banaran #jembatan pandansimo