Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Pupuk Turun, Serapan Pupuk Subsidi di Kulon Progo Diprediksi Mencapai 90% di Akhir Tahun

Anom Bagaskoro • Jumat, 31 Oktober 2025 | 22:06 WIB
MASA TANAM: Petani di Kapanewon Nanggulan menanam padi saat MT 1. 
MASA TANAM: Petani di Kapanewon Nanggulan menanam padi saat MT 1. 

KULON PROGO - Penurunan harga pupuk subsidi diprediksi mampu mendongkrak serapan pupuk di Kulon Progo.

Lantaran, di tahun sebelumnya serapan pupuk subsidi belum optimal.

Ketua Tim Kerja Bidang Sarana dan Pengembangan Usaha TPH Dispertapa Kulon Progo Kirmi menyampaikan, dampak penurunan pupuk subsidi cukup terasa.

Sejumlah kelompok tani terpantau, mulai melakukan penebusan pupuk.

"Sebenarnya tidak relevan jika dibandingkan, karena sekarang memasuki musim tanam, tetapi memang ada kenaikan," ucap Kirmi, Jumat (31/10/2025).

Kirmi menjelaskan, penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen membuat petani bersemangat.

Terutama di musim tanam pertama, kebutuhan pupuk sangat dibutuhkan.

Sehingga, penyerapan pupuk dari Oktober hingga Desember meningkat.

Di samping itu, petani kini dimudahkan dengan penebusan pupuk kolektif.

Setiap petani yang memiliki jatah pupuk subsidi dan tergabing dalam kelompok tani, dapat melakukan penebusan tanpa perlu langsung ke agen.

Petani cukup memberikan surat kuasa penebusan yang dikumpulkan ke kelompok tani. Nantinya, kelompok tani akan mengkordinis dalam penebusan pupuk.

"Kami mengupayakan agar tahun ini terserap 95% untuk urea, dan 90% untuk NPK," ujarnya.

Di tahun 2024, serapan pupuk subsidi tak optimal.

Banyak petani tak memanfaatkan pupuk subsidi, hingga serapan pupuk urea hanya sebatas 50% urea dan 87% NPK.

Dengan penurunan harga pupuk, petani diharapkan dapat menebus pupuk sesegera mungkin.

Lantaran, penurunan harga pupuk sengaja dilakukan pemerintah pusat.

Tujuannya, untuk menurunkan biaya operasional demi kesejahteraan petani.

Dispertapa Kulon Progo tetap menyiapkan mekanisme, apabila pupuk bersubsidi tak terserap dengan baik.

Di akhir tahun, daerah dengan serapan terendah akan mendapat SK Realokasi.

Tujuannya, memindahkan jatah pupuk di kapanewon dengan serapan rendah ke kapanewon serapan tinggi atau kekurangan.

Sebelumnya, Direktur Perbenihan Ditjen Tanaman Pangan Kementan RI Ladiyani Retno Widowati membenarkan turunnya harga pupuk subsidi.

Penurunan didasari Keputusan Menteri Pertanian Nomor 117/Kpts./SR.310/M/10/2025 tanggal 22 Oktober.

"Dengan harga yang turun, tidak ada lagi alasan petani kesulitan mendapatkan pupuk," ungkapnya

Retno mengungkapkan, penurunan harga pupuk memastikan subsidi dari pemerintah mengalami kenaikan.

Petani diharapkan dapat memanfaatkan program itu.

Lantaran, pemerintah pusat berupaya menyejahterakan petani dengan menurunkan biaya operasional, dan meninggikan harga jual hasil panen. (gas)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#harga pupuk #Kulon Progo #serapan pupuk subsidi