Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rawan Cyber Bullying, Rata-rata Pelajar Kulon Progo Mengakses Medsos Tujuh Sampai Delapan Jam Perhari

Anom Bagaskoro • Selasa, 28 Oktober 2025 | 00:04 WIB
POSITIF: Siswa SMPN 1 Pengasih mengikuti kegiatan pemilos. 
POSITIF: Siswa SMPN 1 Pengasih mengikuti kegiatan pemilos. 

KULON PROGO - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo merilis temuan penggunaan medsos di kalangan pelajar.

Rilis menunjukkan penggunaan medsos yang berlebihan, dengan potensi cyber bullying di dalamnya.

Kepala Disdikpora Kulon Progo Nur Wahyudi menjelaskan, adanya potensi kasus cyber bullying.

Kendati tak mengantongi data pastinya, Disdikpora mengklaim potensi perundungan digital di kalangan pelajar mengalami kenaikan.

"Dua tahun terakhir ini, kami menduga ada peningkatan 40 persen kasus perundungan," ucap Nur Wahyudi, Senin (27/10/2025).

Nur menjelaskan, kasus perundungan digital tak mudah terdeteksi.

Namun, potensinya dapat diukur dengan fenomena penggunaan media sosial.

Lantaran, perundungan digital tak mudah diidentifikasi.

Bahkan korban perundungan cenderung tak melapor.

Hasil studi kasus Disdikpora, kasus perundungan digital ditengarai akibat dampak negatif media sosial.

Banyak muatan negatif dari isi konten medsos yang menginspirasi pelajar.

Salah satu contohnya, menyebarkan foto pelajar lain dengan keterangan yang menjatuhkan salah satu pihak.

Disamping konten negatif, tayangan di medsos cenderung mengandung unsur hoaks, SARA, hingga pornografi.

Kondisi ini, memperparah budaya literasi digital pelajar yang sudah rendah.

Dampaknya, pelajar dapat terpengaruh hal negatif dari medsos.

Lebih jelas, Sekretaris Dinas Dikpora Kulon Progo Nur Hadiyanto menjelaskan, dampak negatif medsos juga dipengaruhi penggunaan medos di kalangan pelajar.

Hal ini, juga berpengaruh pada potensi perundungan digital.

"Studi kami menunjukkan pelajar di Kulon Progo menggunakan medsos 7-8 jam perhari," ujarnya.

Penggunaan medsos berlebihan, menjadi faktor utama perundungan digital terjadi.

Lantaran, frekuensi penggunaan cukup banyak menginspirasi pelajar.

Akibatnya, potensi perundungan digital justru meningkat.

Studi Disdikpora membuat, pihaknya melakukan sejumlah pencegahan kasus perudungan digital.

Salah satunya, program stop bullying yang disebarkan melalui media sosial.

Pihaknya juga tengah menggenjot konten positif yang menginspirasi pelajar. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Disdikpora Kulon Progo #Kulon Progo #Medsos #rawan #Pelajar Kulon Progo #cyber bullying