Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gladhen Hageng Jemparingan, Kulon Progo Kembali Pecahkan Rekor Jemparingan Dengan 1.474 Peserta

Anom Bagaskoro • Senin, 27 Oktober 2025 | 01:57 WIB
BIDIKAN: Peserta Gladhen Hageng Jemparingan menarik gandewa untuk melesatkan anak panah. 
BIDIKAN: Peserta Gladhen Hageng Jemparingan menarik gandewa untuk melesatkan anak panah. 

KULON PROGO - Setelah memecahkan rekor tarian Sugriwa Subali, Pemkab Kulon Progo kembali memecahkan rekor dunia, Minggu (26/10/2025).

Kali ini, pemkab mendapat rekor dunia jemparingan terbanyak dengan ribuan peserta.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Sutarman menjelaskan, pemecahan rekor kembali dilakukan Pemkab Kulon Progo.

Rekor yang dipecahkan merupakan penyelenggaraan jemparingan dengan peserta terbanyak.

Hal ini dilakukan melalui kegiatan Gladhen Hageng Jemparingan 2025.

"Kami memecahkan rekor yang sebelumnya pernah dicetak, jemparingan dengan 1.474 peserta," ucap Sutarman, saat ditemui Radar Jogja, Minggu (26/10).

Kegiatan yang terpusat di Alun-alun Wates ini, diikuti kelompok pelestari jemparingan.

Sebelum memecahkan rekor, setiap kelompok melakukan display untuk memperkenalkan diri.

Peserta lantas mendapatkan nomor urut dan ditempatkan sesuai target sasaran masing-masing.

Sama halnya, dengan olahraga panahan, jemparingan membutuhkan alat panah yang disebut gandewa dan anak panahnya.

Perbedaannya, jemparingan memiliki ketentuan pemanah harus melesatkan anak panah dnegan duduk.

Untuk pria duduk bersila, sedangkan perempuan duduk timpuh.

Untuk memecahkan rekor jemparingan, peserta disediakan waktu melsatkan anak panah.

Tentu, waktu itu menunggu aba-aba dari panitia rekor muri.

Lantaran, berkaitan dengan jumlah peserta.

Setelah dikalkulasi, Kulon Progo kembali melakukan pemecahan rekor dunia yang tercatat pada Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri).

"Kami sengaja mengangkat jemparingan, karena bukan sekedar olahraga tapi bagian dari budaya," ucapnya.

Kegiatan yang mendapat dukungan Dana Keistimewaan ini, memang rutin digelar setiap tahunnya.

Namun, ditahun ini jumlah peserta lebih banyak dan tertata untul pemecahan rekor. Pemkab sengaja memecah rekor jemparingan.

Lantaran, jemparingan merupakan bagian dari budaya. Terlebih jemparingan diperkenalkan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I.

Perwakilan MURI Sri Widayati menyampaikan, Gladhen Hageng Jemparingan 2025 Kulon Progo berhasil memecahkan rekor dunia dengan jumlah peserta 1.474 orang.

Pihaknya telah mencatat kegiatan tersebut dan memberikan piagam rekor ke Pemkab Kulon Progo.

"Ini memcahkan rekor sebelumnya, sebelumnya 300 peserta ini ribuan," ujarnya.

Sri menjelaskan, rekor jemparingan sebelumnya dipegang Balai Pemuda Olahraga DIY pada 1 September 2013 dengan peserta 371 orang.

Dengan dipecahkan rekor ini, Kulon Progo kembali mengantongi rekor dunia. Bahkan di tahun ini, terdapat dua rekor tercetak.

Sementara itu, peserta jemparingan Laras Sekar Wulan mengaku antusias mengikuti gladhe hageng.

Lantaran, dirinya dapat berpartisipasi dalam pemecahan rekor dunia yang jarang dapat dilakukan semua orang.

"Latihannya cukup lama untuk persiapan hari ini, dan hari ini dari kelompok menghadirakan puluhan peserta," ungkapnya.

Selain antusias pemecahan rekor, Laras emngaku menyukai jemparingan.

Menurutnya, jemparingan bukan sekedar hobi atau olahraga.

Melainkan budaya turun temurun dari DIY yang patut dilestarikan.

Utamanya, manfaat positif jemparingan yang memberikan pelajaran untuk mengendalikan diri. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Kulon Progo #MURI #Gladhen Hageng Jemparingan #Peserta #JEMPARINGAN #pecahkan rekor #sri sultan hamengkubuwono I