KULON PROGO - Pemkab Kulon Progo kembali menggelar Menoreh Tourism Festival (MTF), Sabtu (25/10/2025).
Festival yang diikuti kontingen dari dan luar Pulau Jawa ini, menjadi sarana pertukaran budaya.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Sutarman menyampaikan, MTF merupakan kegiatan rutin setiap tahun dalam rangkaian hari jadi.
Di tahun ini, kegiatan lebih meriah. Lantaran, kontingen dari luar DIY mencapai 16 kontingen dari total keseluruhan 22 kontingen.
"Tahun ini berbeda, peserta dari luar DIY cukup banyak paling jauh dari Bangka Belitung dan Makassar," ucap Sutarman, saar ditemui Radar Jogja, Sabtu (25/10/2025).
Sutarman menjelaskan, MTF sengaja mengundang kontingen dari kabupaten atau kota di DIY.
Pasalnya, MTF merupakan ajang pertukaran budaya dari berbagai daerah. Semakin banyak daerah partisipan, maka semakin bagus kegiatan tersebut.
Banyaknya kontingen tamu, disebabkan partisipasi Kulon Progo di ajang serupa.
Pemkab Kulon Progo seringkali mengirimkan delegasi untuk pertunjukan budaya di daerah lain.
Bertujuan mengenalkan budaya dan wisata Bumi Binangun.
Kegiatan yang mendapat dukungan Dana Keistimewaan tersebut, berfokus pada kirab budaya.
Setiap kontingen melakukan kirab melalui rute sepanjang tiga kilometer dimulai dari Taman Budaya Kulon Progo.
Setiap kontingen, akan memberikan display di panggung kehormatan tapatnya depan Rumah Dinas Bupati.
Di situlah, setiap kontingen menampilkan budaya otentik dari setiap daerah. Paling mencolok penampilan dari Kontingen Kabupaten Ponorogo.
Mereka menampilkan tarian Reog Ponorogo.
Sudah berjalan selama berjam-jam menggunakan dadak merak atau singo barong, penari menampilkan tarian yang energik.
"Penampilan juga dijurikan, untuk menilai penampilan terbaik," ujarnya.
Bukan sekedar kirab, setiap kontingen dinilai oleh juri dengan latar belakang budayawan. Tahun ini, hadiah pemenang meningkat drastis.
Lantaran, hadiah tahun lalu berkisar Rp 20 juta meningkat menjadi Rp 77,5 juta.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menjelaskan, pentingnya kegiatan tersebut. MTF merupakan sarana pertukaran budaya daerah.
Dari sisi Kulon Progo, MTF memberikan keuntungan dengan dikenalnya wilayah barat DIY.
"Jumlah kontingen tahun ini meningkat, antusias masyarakat juga meningkat," ujarnya.
Agung menjelaskan, MTF juga menjadi wadah silaturahmi antar daerah.
Setiap daerah memiliki hak yang sama untuk memperkenalkan keunggulannya masing-masing.
Harapannya MTF dapat saling menguntungkan untuk setiap daerah peserta. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva