Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Pupuk Subsidi di Kulon Progo Turun 20 Persen, Petani Semangat Mengolah Tanah

Anom Bagaskoro • Jumat, 24 Oktober 2025 | 23:32 WIB
MUSIM TANAM: Petani di Wijimulyo menanam bibit padi pada MT 1.
MUSIM TANAM: Petani di Wijimulyo menanam bibit padi pada MT 1.

KULON PROGO - Turunnya harga pupuk subsidi dirasakan petani di Kulon Progo.

Kebijakan dari pusat ini, mulai dirasakan dan disambut dengan rasa semangat petani mengolah tanah.

Direktur Perbenihan Ditjen Tanaman Pangan Kementan RI Ladiyani Retno Widowati membenarkan turunnya harga pupuk subsidi.

Penurunan didasari Keputusan Menteri Pertanian Nomor 117/Kpts./SR.310/M/10/2025 tanggal 22 Oktober.

"Sebelumnya sudah ada peraturan menteri untuk pengaturan HET, sekarang subsidinya meningkat," ucap Retno, saat ditemui awak media, Jumat (24/10/2025).

Retno menyampaikan, penurunan harga pupuk subsidi mencapai 20 persen.

Penurunan ini bisa terjadi akibat naiknya alokasi subsidi.

Pemerintah pusat berkomitmen, pupuk subsidi dapat dijangkau petani.

Kebijakan penurunan harga dilakukan untuk menjamin keberlanjutan swasembada pangan.

Lantaran, swasembada pangan mulai terlihat di tahun 2025 ini.

Membuat keberlanjutannya harus digenjot, dengan penyediaan sarpras pertanian yang memadai.

Petani diharapkan dapat memanfaatkan kuota pupuk yang ada.

Lantaran, pupuk sudah terjangkau dari segi harga.

Di samping itu, ketersediannya dapat di akses di berbagai gerai penyalur pupuk subsidi.

"Jadi tidak ada alasan petani kesulitan mendapatkan pupuk," ujarnya.

Menurutnya, penurunan harga pupuk sengaja disesuaikan dengan masa tanam.

Pemerintah pusat tengah menggarap program Gerakan Tanam Padi Serentak.

Oktober hingga Desember menjadi waktu kritis program ini.

Mengingat bulan ini merupakan masa tanam.

Tentu intensitas penggunaan pupuk cukup tinggi.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Subur Banyuroto Nanggulan Sudaryono mengaku antusias dengan kebijakan tersebut.

Lantaran, penurunan harga pupuk subsidi cukup signifikan.

Petani sebagai pengguna meras terbantu.

"Penurunannya 20 persen, tetapi berefek banyak ke beban operasional turun hingga 40 persen," ujarnya.

Adanya penurunan harga mampu menekan angka operasional petani.

Sebelumnya, harga pupuk satu sak urea dihargai Rp 112 ribu turun menjadi Rp 90 ribu.

Pupuk NPK satu sak sebelumnya dihargai Rp 115 ribu turun menjadi Rp 92 ribu.

Kedua jenis pupuk ini, sering digunakan untuk lahan pertanian pangan.

Harga yang turun membuat petani semangat mengolah tanah.

Penggunaan pupuk untuk lahan pangan, biasanya 20 kg NPK dan 30 kg Urea untuk seribu meter persegi tanah.

Adapun harga pupuk urea dibanderol Rp 1800 per kg, NPK Rp 1.840 per kg, NPK Kakao Rp 2.640 per kg, ZA Tebu Rp 1.360 per kg, Pupuk Organik Rp 6.400 per kg.

Adapun alokasi pupuk Urea 2025 mencapai 7,5 ton sedangkan alokasi Pupuk NPK mencapai 2025 8,3 ton.

Di kelompok taninya yang berjumlah 114 petani, serapan pupuk selalu terserap 100 persen.

Sehingga, adanya kebijakan penurunan sangat dirasakan masyarakat. (gas)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#pupuk subsidi #harga pupuk #Kulon Progo #subsidi #Petani #Kebijakan