Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Apel Siap Siaga Bencana di Kulon Progo Undang Jagabata supaya Usulkan Pagu Penanggulangan Bencana di APBKal

Anom Bagaskoro • Jumat, 24 Oktober 2025 | 11:05 WIB

 

 

Wakil Bupati Kulon Progo memberikan motivasi untuk relawan dan jagabaya.
Wakil Bupati Kulon Progo memberikan motivasi untuk relawan dan jagabaya.
 

Apel Siap Siaga Bencana di Kulon Progo telah dilakukan, Kamis (23/10). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo menegaskan, pagu Anggaran Pendapatan Belanja Kalurahan (APBKal) untuk penanggulangan bencana.

 

Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Setiawan Tri Widada menjelaskan, apel siap siaga tahun ini sengaja mengundang Jagabaya setiap kalurahan di Bumi Binangun. Alasannya, untuk menerima arahan penyusunan APBKal dengan pagu penanggulangan bencana.

 Baca Juga: Nderek Lirboyo Saklawase, Ratusan Santri di Magelang Tuntut KPI Evaluasi Izin Operasional Trans7

"Kami sengaja mengundang Jagabaya, karena memegang peran kunci penyusunan APBKal," ucap Setiawan, saat ditemui awak media usai apel siaga di Balai Kalurahan Tayuban, Kamis (23/10).

 

Pihaknya memprediksi penyusunan APBKal belum dilakukan di seluruh kalurahan. Kondisi ini, mendorong BPBD mengusulkan ke kalurahan agar APBKal memasukkan komponen penanggulangan bencana. Mengingat potensi kebencanaan dapat terjadi di seluruh wilayah Bumi Binangun.

 Baca Juga: Pedagang Foodcourt Minta Izin PKL Lapangan Denggung Dicabut, Tak Ingin Ada Kecemburuan

Di samping itu, 82 kalurahan di Kulon Progo telah berstatus desa tanggap bencana (destana). Status ini bukan sekedar predikat, melainkan komitmen kalurahan dalam menanggulangi bencana. Dalam kasus ini, kalurahan diharapkan mencantumkan anggaran untuk penanggulangan bencana.

 

Kendati memberikan rekomendasi, BPBD tak mengungkapkan jumlah pagu APBKal untuk penanggulangan bencana. Lantaran, aturan pagu belum ditentukan. Pihaknya hanya meminta kalurahan menyisihkan APBKal untuk kebutuhan kedaruratan sesuai kemampuan dan potensi desa.

"Tidak ada arahan untuk pagu, yang penting cukup untuk kebutuhan kedaruratan dan pengembangan SDM," ujarnya.

 Baca Juga: Pedagang Diminta Tak Mudah Tergiur Rokok Murah dari Sales, Satpol PP Bantul Gencar Sosialisasi Rokok Ilegal

Kondisi destana di Kulon Progo dianggap menjadi pemantik awal arahan peneyesuaian pagu APBKal. Lantaran, banyak desatana diklaim tak berjalan optimal. Mulai dari pengembangan kapasitas masyarakat, hingga kesiapsiagaan bencana.

 

Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko mengarahkan agar kalurahan meningkatkan kewaspadaan. Prediksi BMKG menjelaskan potensi bencana hidrometeorologi selama beberapa bulan ke depan.

"Tentu pemkab berkomitmen mendukung aktivitas penanggulangan bencana," ujarnya.

 

Tak sekedar mendorong, pemkab berkomitmen membantu penanggulangan bencana. Melalui BPBD Kulon Progo leading sector penanggulangan bencana diklaim cukup responsif. Harapannya, kalurahan dapat berkolaborasi untuk mencegah dan menangani kejadian bencana. (gas/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#prediksi bmkg #Kulon Progo #apel siaga bencana #wakil bupati #Ambar Purwoko #Destana #BPBD #desa #APBKal #jagabaya