Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

MBG Pengaruhi Turunnya Daya Beli Bahan Pokok di Pasar Tradisional Kulon Progo

Anom Bagaskoro • Rabu, 22 Oktober 2025 | 15:25 WIB

 

 

Pedagang Pasar Wates menjajakan jualan sembako ke pembeli.
Pedagang Pasar Wates menjajakan jualan sembako ke pembeli.

KULON PROGO - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diklaim berdampak ke perekonomian pasar tradisional. Sejumlah pedagang di pasar tradisional mengeluhkan kelesuan ekonomi, akibat penurunan jumlah pembelian.

Salah satu pedagang Pasar Wates Etikawati menjelaskan, kelesuan perekonomian terjadi di Pasar Wates. Setelah dihantam Covid-19, ekonomi pasar tak kunjung pulih. Berlanjut hingga sekarang dengan munculnya program MBG. "Biasanya ibu rumah tangga belanja banyak, sekarang mengurangi jumlah belanjaan," ucap wanita yang akrab disapa Etik, Selasa (21/10). 

"Pengaruhnya ke pelanggan tetap kami, pengelola kantin sekolah biasanya menyetok bahan pokok," ungkapnya.

Dampak MBG terlihat jelas pada jumlah penjualan bahan pokok yang biasanya dibeli pengelola kantin sekolah. Beras hingga telur mengalami penurunan penjualan. Biasanya pengelola kantin mampu membelanjakan uangnya kisaran Rp 100 ribu per hari. Semenjak adanya MBG, kebanyakan pengelola kantin menyesuaikan jumlah pembelian kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 75 ribu.

 Baca Juga: Bansos BLT Tambahan 2025 Belum Tersosialisasi di Daerah, Begini Keterangan Dinsos PPPA Kulon Progo!

Hal serupa juga dirasakan pedagang sembako di Pasar Bendungan Rini Widyaningsih. Rini menegeluhkan jumlah pembelian bahan pokok yang turun hingga 50 persen. Alasannya, banyak pembeli langganannya mengurangi jumlah belanjaan.

 

"Kalau pagi-pagi, ibu-ibu biasanya belanja, sekarang semakin sedikit," ungkapnya.

 

Rini menjelaskan, pola belanja pembeli mengalami perubahan semenjak MBG berjalan di Bumi Binangun. Dampaknya, banyak pedagang sepertinya kehilangan omset penjualan. Untuk menyiasati penurunan omset, kebanyakan pedagang memilih mengurangi stok sembako. Lantaran, pedagang tak mau merugi dengan tak terjualnya barang mereka. Terlebih, harga kebutuhan pokok cukup fluktuatif. (gas)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Pasar Bendungan #barang pokok #Mbg #program mbg #sembako #Program makan bergizi gratis (MBG) #Pasar Wates #pasar tradisional #Covid-19