KULON PROGO - Insiden yang menewaskan bocah AISK,6, akibat tertimpa kentongan di Kopi Ingkar Janji tengah menjadi sorotan.
Pemkab Kulon Progo diminta meningkatkan standar keamanan pada ruang publik.
Ketua DPRD Kulon Progo Aris Syarifuddin menyampaikan duka cita mendalam atas insiden yang menimpa bocah asal Kabupaten Bantul.
Peristiwa itu, menjadi pengingat aspek keselamatan dan keamanan ruang publik di Bumi Binangun.
"Ini menjadi pengingat, agar ruang publik dan ruang usaha perlu memperhatikan keselamatan pengguna," ucap Aris, Selasa (21/10/2025).
Aris menjelaskan, insiden bocah tertimpa kentongan semata-mata bukan hanya masalah pengawasan.
Ruang publik dan usaha juga perlu dievaluasi.
Lantaran, ruang publik dan usaha perlu menyesuaikan dengan kondisi pengunjung. Terutama ruang yang ramah anak.
Pemkab Kulon Progo diminta mengevaluasi standar keamanan ruang publik serta usaha.
Instansi terkait pengurusan ijin usaha hingga Satpol PP diharapkan dapat bergerak.
Dari segi ijin usaha, instansi terkait diminta memastikan usaha dapat menyediakan ruang ramah anak.
Hal ini dapat dilakukan saat proses penerbitan ijin.
Barang-barang yang membahayakan pengunjung ataupun anak dapat disterilkan dari lokasi usaha.
Sementara itu, Kepala Dinsos PPPA Kulon Progo Bowo Pristianto berkomentar atas insiden bocah tertimpa kentongan.
Insiden itu, menunjukkan pentingnya penyediaan tempat ramah anak.
"Bukan hanya menyediakan play ground, tetapi memperhatikan tempat yang tak membahayakan anak," ujarnya.
Bowo menjelaskan, tempat ramah anak tak terbatas di ruang publik, melainkan ruang usaha.
Pemilik usaha berbasis kunjungan, diharapkan dapat memperhatikan penerapan tempat ramah anak.
Bukan hanya sekedar ruang bermain atau playground, pemilik usaha perlu melihat aspek lain.
Aspek yang dimaksud berupa, mencegah potensi kecelakaan akibat barang-barang berbahaya.
Bukan hanya kentongan yang berpotensi roboh, Bowo mengungkapkan potensi lain.
Salah satu yang menjadi sorotan berupa penggunaan meja dengan ujung tajam atau siku.
Bagi anak-anak kondisi itu bisa menjadi potenai bahaya, karena berpotensi mencelakai.
"Urinoir juga harus ramah anak, kadang-kadang perlu urinoir yang menyesuaikan tinggi anak," ungkapnya.
Sejauh ini, Dinsos PPPA Kulon Progo diklaim gencar mensosialisasikan kawasan ramah.
Terutama kegiatan yang membawa isu gender.
Hal ini, dilakukan untuk mengakomodir masyarakat yang memiliki beragam kebutuhan. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva