KULON PROGO - Pemkab Kulon Progo mengupayakan kelestarian sumber daya air di wilayah rawan kekeringan. Pelestarian dilakukan dengan penanaman 230 bibit pohon di sumber mata air. Tepatnya di Sendang Pengilon, Padukuhan Banjaran, Hargomulyo, Kokap Senin (20/10).
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulon Progo Duana Heru Supriyanta menjelaskan, Perbukitan Menoreh adalah warisan alam yang rapuh. Sehingga konservasi tanah dan air diperlukan.
Upaya ini dilakukan lewat penanaman pohon. Lantaran, pohon berfungsi menyerap dan menyimpan air hujan. Akar pohon yang ditanam juga berpotensi menahan potensi longsor. Sekaligus menahan laju erosi tanah.
Dipilihnya Sendang Pengilon sebagai lokasi penanaman pohon bukan tanpa alasan. Sendang ini merupakan sumber mata air di Kalurahan Hargamulyo yang terhubung ke beberapa sungai. Masyarakat masih sering memanfaatkan air dari sumber ini, saat menghadapi musim penghujan.
Dia menyebut, penanaman pohon ini juga bertujuan untuk melestarikan keanekaragaman hayati. Khususnya Perbukitan Menoreh yang terkenal sebagai kawasan yang memiliki biodiversitas. Beberapa spesies hewan dilindungi memiliki habitat di Menoreh. Mulai dari emprit ganthil, kera, hingga ayam alas.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono menyampaikan, risiko kehilangan sumber daya air menjadi alasan penenaman pohon. "Perbukitan Menoreh mayoritasnya rawan kekeringan," ujarnya.
Triyono menjelaskan, penanaman pohon diklaim mampu meningkatkan keberlangsungan air. Baik air tanah hingga air sungai dapat terjaga sebaik mungkin. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita