Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dari Gua Kiskendo ke Alwa Tari Beksan Wanara Sugriwa Subali Pecahkan Rekor saat HUT Kulon Progo

Anom Bagaskoro • Kamis, 16 Oktober 2025 | 02:29 WIB
Ribuan penari menampilkan Beksan Wanara Sugriwa Subali dalam memeriahkan peringatan HUT Kabupaten Kulon Progo ke-74, di Alun-alun Wates, Kulon Progo, kemarin (15/10). Kulon Progo memecahkan rekor MURI
Ribuan penari menampilkan Beksan Wanara Sugriwa Subali dalam memeriahkan peringatan HUT Kabupaten Kulon Progo ke-74, di Alun-alun Wates, Kulon Progo, kemarin (15/10). Kulon Progo memecahkan rekor MURI

 

KULON PROGO - Hari Jadi Kulon Progo ke-74 dirayakan dengan pemecahan rekor museum rekor Indonesia (Muri), Rabu (15/10). Bertempat di Alun-alun Wates, 7.400 penari mempergakan flashmob Beksan Wanara Sugriwa Subali.

Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kulon Progo Sutarman menjelaskan, Beksan Wanara Sugriwa Subali sengaja digelar untuk memecahkan Rekor Muri.

Khususnya menyambut 74 tahun Kulon Progo, jumlah penari yang berpartisipasi mengikuti angka tahun hari jadi. “Target kami 7.400 penari, dan sudah tercapai," ucap Sutarman, saat ditemui Radar Jogja, Rabu (15/10).

Sutarman mengungkapkan, penari merupakan pelajar dan ASN lingkup Pemkab Kulon Progo. Terhitung pelajar yang mengikuti pemecahan rekor mencapai 2.007 orang. Sedangkan, ASN yang mengikuti tarian mencapai lima ribu lebih.

Saat pelaksanaan, tarian kolosal mampu menarik antusias masyarakat. Penari yang menggunakan kostum kera, dan sebagian menggunakan kaos hitam dan jarik berhasil memukau penonton. Tarian kolosal ini, mampu memecahkan rekor dunia sebagai tarian Beksan Sugriwa Subali dengan penari terbanyak.

Diusungnya Beksan Wanara Sugriwa Subali bukan tanpa sebab. Tarian kolosal ini, merupakan bagian dari identitas Kulon Progo. Lantaran, tarian kolosal ini kerap dipentaskan di Gua Kiskendo sebagai cerita rakyat.

Dengan tercetaknya rekor ini, tarian kolosal diharapkan mampu dikenal masyarakat luas. “Memang arahan bupati agar Kulon Progo dapat dikenal, khususnya pariwisata dan budayanya," ujarnya.

Kegiatan yang mendapat dukungan Dana Keistimewaan ini diklaim dapat mengenalkan Bumi Binangun. Pemecahan rekor diharapkan dapat disebarluaskan dengan harapan promosi untuk Bumi Binangun. Promosi ini memberikan multiplier effect ke sektor lain.

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menegaskan, pemecahan rekor muri dapat mengenalkan Bumi Binangun. Lantaran, keberadaan mengangkat unsur budaya lokal dan identitas kepariwisataan. "Beksan ini kan diambil dari tarian kolosal Sugriwa Subali Gua Kiskendo," ungkapnya.

Agung menyampaikan, pemecahan rekor tak akan bisa didapat. Mengingat ribuan penari dari pelajar yang memberikan kontribusi terbanyak. Sehingga, pihaknya memberikan apresiasi terbesar bagi seluruh elemen yang mengikuti pemecahan rekor.

Salah satu penari pelajar Tri Handayani mengaku antusias mengikuti pemecahan rekor. Lantaran, sebagai anak muda merupakan kewajiban untuk berkontribusi ke daerah. Pemecahan rekor juga menjadi sarana pengenalan budaya bagi generasi muda. "Persiapannya kemarin latihan lima hari," ujarnya.

Tri menjelaskan, penampilan tak luput dari latihan tari. Mulai dari latihan per sekolah masing-masing, hingga latihan secara bersama-sama. Tentu, beberapa gerakan tari dirasa cukup sulit. Mengingat tari beksan wanara merupakan tarian yang mengusung gerakan penuh energi. (gas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Kulon Progo #flashmob #Alwa #MURI #Agung Setyawan #wates #Hari Jadi #Gua Kiskendo