Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rapat Paripurna Hari Jadi ke-74 Kulon Progo Kenakan Bahasa Jawa dan Pakaian Adat

Anom Bagaskoro • Kamis, 16 Oktober 2025 | 01:53 WIB

 

RAPAT: Rapat Paripurna DPRD Kulon Progo mengenakan pakaian adat jawa.
RAPAT: Rapat Paripurna DPRD Kulon Progo mengenakan pakaian adat jawa.

KULON PROGO - Peringatan Hari Jadi ke-74 Kulon Progo, ditandai dengan Rapat Paripurna DPRD Kulon Progo.

Seakan menjadi kebiasaan, rapur hari jadi digelar dengan bahasa jawa, serta pesertanya mengenakan pakaian adat.

Pantauan Radar Jogja, rapat paripurna diikuti oleh anggota DPRD. Tak luput dari perhatian, jajaran Pemkab Kulon Progo dari kepala daerah hingga kepala OPD mengikuti rapat tersebut.

Berjalannya rapur juga menggunakan bahasa Jawa dalam runtutan acara, hingga sambutan dan pembacaan sejarah terbentuknya Kulon Progo. 

Di samping itu, seluruh peserta rapat mengenakan busana adat jawa gagrag Jogja. Peserta laki-laki mengenakan surjan motif lurik dengan jarik.

Sedangkan, peserta perempuan mengenakan kebaya lurik lengkap dengan jarik.

Ketua DPRD Kulon Progo Aris Syarifuddin menjelaskan, rapat paripurna hari jadi merupakan agenda rutin anggota legeslatif. Lantaran, rapat tersebut berfungsi mengingatkan sejarah terbentuknya Kabupaten Kulon Progo.

"Melalui pembacaan sejarah, diharapkan kami sebagai generasi selanjutnya dapat mencontoh pemimpin-pemimpin terdahulu," ucap Aris, saat ditemui Awak Media usai rapur, Rabu (15/10/2025).

Aris menjelaskan, Kulon Progo masih memiliki segudang pekerjaan rumah pada umur 74 tahun.

Berkaca pada sejarah dan realitas saat ini, masalah infrastruktur masih menjadi hal utama. Banyakanya infrastruktur rusak menjadi perhatian khusus. Mengingat infrastruktur merupakan tulang punggung perekonomian.

Masyarakat wilayah utara khususnya, banyak mengeluhkan konektivitas jalan akibat bertahun-tahun kerusakan infrastruktur terjadi.

Akibatnya, perekonomian di wilayah utara tak kunjung bertumbuh hingga sekarang.

 Baca Juga: Gapura Selamat Datang Bantul Bakal Dipindah ke Perempatan Dongkelan, Tegaskan Wilayah Utara Bagian dari Kawasan Perkotaan

Selain infrastruktur, masalah pendapatan daerah juga menjadi fokus tersendiri.

Pendapatan asli daerah (PAD) di Kulon Progo cukup sedikit apabila dibandingkan dengan dana transfer dari pemerintah pusat. Kondisi ini, menunjukkan kemandirian daerah belum terwujud.

"Jalan satu-satunya meningkatkan PAD, untuk kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

 Baca Juga: Tunggu Sampai Rekomtek Turun, Penambang Rakyat Sungai Progo Akan Bermalam di BBWSSO

Kemandirian daerah melalui PAD yang tinggi memastikan program prioritas daerah dapat terus dijalankan.

Program pembangunan infrastruktur dapat dijalankan tanpa menunggu dan transfer dari pusat.

Pihaknya berkomitmen di hari jadi Kulon Progo, DPRD dan pemkab akan melakukan sinergi sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing. Khususnya memastikan setiap program untuk masyarakat dapat berjalan. (gas/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#rapat paripurna #pakaian adat #Rapur #bahasa jawa #hari jadi kulonprogo