Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

25 Ribu Siswa di Kulon Progo Mengikuti Pemilos Serentak, Beri Edukasi Demokrasi Sejak Dini

Anom Bagaskoro • Selasa, 14 Oktober 2025 | 22:22 WIB
COBLOS: Siswa SMPN 1 Pengasih memberikan hak suaranya di bilik suara. 
COBLOS: Siswa SMPN 1 Pengasih memberikan hak suaranya di bilik suara. 

KULON PROGO - Ada yang menarik dalam pemilihan osis sekolah menengah pertama (SMP) di Kulon Progo.

Pasalnya, pemilihan osis digelar tak biasa, namun digelar layaknya pesta demokrasi Indonesia.

Para siswa memberikan hak pilihnya sesuai suara hati masing-masing.

Pemilos, salah satunya digelar di SMPN 1 Pengasih.

Annisa Ganes, peserta pemilos di sekolah tersebut memberikan hak suarnya.

Dia penuh antusias ketika mencoblos sejumlah kandidat.

"Ini menjadi pengalaman baru bagi kami, sebagai pemilih sekaligus penyelenggara," ungkap Annisa yang juga berperan sebagai ketua panitia penyelenggara pemilos di SMPN 1 Pengasih, Selasa (14/10/2025).

Annisa mengungkapkan, dirinya belum pernah mengikuti pemilu.

Pemilos secara tidak langsung memberikan gambaran proses pemilu yang nantinya akan dilakukan saat dirinya telah mencapai umur 17 tahun.

Di samping itu, keikutsertaan sebagai penyelenggara memberikan gambaran terkait proses demokrasi.

Sebagai penyelenggara, dirinya dapat mengenal dan mempraktekan proses pemungutan suara.

Tentunya sesuai dengan tahapan yang menjunjung kerahasian, serta transparansi. 

Pemilos ini digelar dengan menjalin kerjasama antara Sekolah dengan Pemkab Kulon Peogo, KPU, dan Bawaslu Kulon Progo.

Ketua KPU Kulon Progo Budi Priyana menegaskan, pemilos menjadi momentum generasi muda mendapatkan pengalaman baru dalam berdemokrasi.

Pengalaman baru ini, didapat secara langsung dengan praktik langsung.

"Pemilihan menggunakan aplikasi e-pemilos, proses pemungutan lebih efisien, ramah lingkungan, dan mudah diakses," ujarnya.

Pemilos yang mengadaptasikan teknologi berbasis aplikasi diklaim mampu mengajarkan praktik demokrasi di kalangan muda.

Penggunaan aplikasi juga diklaim menarik generasi muda yang telah akrab dengan gadget dalam kesehariannya.

Pada penyelenggaraan pemilos tahun ini, terdapat 82 sekolah atau madrasah yang melakukan pemilihan ketua osis.

Terdapat 252 kandidat ketua osis yang dipilih melalui pemilos.

Secara keseluruhan, jumlah partisipasi siswa yang memberikan suara mencapai 25.998 pemilih.

 Baca Juga: TNI AD Bakal Kirim 34 Personelnya ke Singapura Untuk Ikut Dalam Pelatihan MBG

Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko mengatakan, telah meninjau empat sekolah yang menggelar pemilos.

Semuanya berjalan kondusif.

Beberapa sekolah juga sempat berdialog melaporkan pelaksanaan pemilos melalui sambungan daring.

"Pemilos hari ini berjalan dengan sangat baik, kami telah mengunjungi beberapa sekolah," ucap Ambar, saat ditemui Awak Media pada kunjungannya di SMPN 1 Pengasih, Selasa (14/10/2025).

Dikatakan, Pemilos menjadi sarana pendidikan demokrasi sejak dini, sebelum akhirnya menginjak usia 17 tahun dan bisa menggunakan hak suaranya.

Pada konsep demokrasi, partisipasi pemilih dalam pemberian suara pada pemilihan menjadi indikator terpenting.

Terlebih pemilos serentak tahun ini, mengadaptasikan tahapan pemilu.

Mulai dari pemberian hak suara hingga menandai jari dengan tinta dilakukan mirip seperti pemilu.

Bahkan saat pemilihan, siswa akan memasuki bilik suara yang telah disediakan oleh panitia.

Penyelenggaraan pemilos juga mengoptimalkan siswa sebagai panitia. Memberikan pengalaman bagi siswa untuk berdemokrasi.

Di samping itu, pemungutan suara pemilos dilaksanakan dengan memanfaatkan digitalisasi.

Pemilos menggunakan aplikasi e-pemilos besutan Dinas Komunikasi dan Informatika Kulon Progo bekerjasama dengan instansi penyelenggara dan pengawas pemilu.

Penggunaan aplikasi ini, diklaim lebih cepat tanpa meninggalkan unsur kerahasiaan serta transparansi.

"Tadi saya cek sudah menggunakan aplikasi, siswa tinggal menggunakan hak pilihnya dengan klik," ujarnya.

Dalam pemungutan suara pemilih terlebih dahulu mendapatkan token berisikan kode rahasia.

Setelah mengisikan token, pemilih lantas memberikan hak suaranya dengan memilih beberapa kandidat yang disediakan fotonya.

Dalam memberikan pilihan, rata-rata pemilih membutuhkan waktu tiga menit. (gas)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#SMPN 1 Pengasih #Wakil Bupati Kulon Progo #KPU #pemilos #edukasi demokrasi #Kulon Progo #pemilihan osis #Siswa #Ambar Purwoko #Pemkab Kulon Progo