Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hasil Penelusuran Lulusan, Ribuan Pengangguran Didominasi Lulusan SMA Sederajat

Anom Bagaskoro • Selasa, 7 Oktober 2025 | 22:42 WIB
MELIHAT: Pencari Kerja mengamati pengumuman lowongan kerja saat job fair beberapa waktu lalu. 
MELIHAT: Pencari Kerja mengamati pengumuman lowongan kerja saat job fair beberapa waktu lalu. 

KULON PROGO - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kulon Progo merilis hasil penelusuran lulusan.

Kebanyakan lulusan yang masih menganggur berasal dari lulusan SMA Sederajat.

Kepala Disnaker Kulon Progo Bambang Sutrisno menjelaskan, penelusuran lulusan merupakan arahan bupati.

Khususnya menciptakan data akurat, untuk menentukan kebijakan di sektor penyerapan tenaga kerja.

"Kami telah melakukan penelusuran, hasilnya pengangguran terbanyak didominasi lulusan SMA sebesar 58%," ucap Bambang, Selasa (7/10/2025).

Penelusuran lulusan mrmberikan data jumlah pengangguran yang cukup komplit.

Pengangguran didominasi lulusan SMA sederajat sejumlah 1.851 orang.

Disusul lulusan SMP sederajat berjumlah 465 orang.

Sedangkan tamatan SD menyumbang diposisi ketiga dengan jumlah 355 orang.

Lulusan SMA Sederajat yang menganggur merupakan mantan siswa dari sekolah umum, kerjuruan, hingga agama.

Jika dilihat secara mendalam, terdapat 1.851 pencaker dari total lulusan tahun 2025 sekitar 3.191 lulusan.

Sekitar 10% dari lulusan memilih melanjutkan ke jenjang perkuliahan. Sedangkan 5% diantaranya memilih berwirausaha.

"Kami juga menemukan sektor usaha yang diminati freshgreduated, di antaranya sektor manufaktur dan jasa," ungkapnya.

Temuan berbeda terlihat pada lulusan sekolah kejuruan.

Kebanyakan lulusan telah memiliki keterampilan.

Membuat mereka menyasar sektor yang dikenali sejak di bangku pendidikan.

Di antaranya, sektor manufaktur, perdagangan, hotel, hingga konstruksi.

Dari data itu, pihaknya tengah menyusun formula kebijakan.

Tentu data tersebut bukanlah bersifat nominal.

Pihaknya juga telah mengantongi nama lulusan yang masih menganggur.

Nantinya, data tersebut akan dijadikan acuan pelaksanaan program pengentasan pengangguran.

Hingga saat ini, beberapa upaya progam pengentasan pengangguran telah diupayakan.

Di antaranya, pelatihan BLK, kursus gratis, hingga fasilitasi walk interview.

Bahkan beberapa perusahaan di Bumi Binangun memiliki komitmen menampung SDM lokal untuk bekerja.

Tujuannya meminimalisir pengangguran.

Sebelumnya, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan meminta Disnaker melakukan penelusuran lulusan.

Penelusuran dilakukan untuk mendapatkan data faktual tingkat pengangguran di Kulon Progo.

Dengan data faktual, pemkab dapat merancang kebijakan strategis.

"Tingkat pengangguran sebenarnya tidak banyak, tapi masih banyak yang menyebarkan informasi pengangguran yang tinggi," ucap Agung, beberapa waktu lalu.

Agung menyampaikan, informasi terkait penganguran tinggi membentuk opini masyarakat.

Membuat Kulon Progo dicap sebagai daerah dengan pengguran tinggi.

Padahal data statistik tak menunjukkan hal yang sama.

Pembentukan opini itulah, yang membuat masalah pengangguran tak selesai pengentasannya.

Padahal upaya pemkab dalam mengentaskan angka pengangguran tergolong cepat.

Lantaran, ketugasan pemkab adalah menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat melalui beberapa program. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Bupati Kulon Progo Agung Setyawan #lulusan sma #pengangguran #Kulon Progo #BLK #penelusuran #keterampilan #Disnaker Kulon Progo