Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Motif Lokal Kulon Progo Ditampilkan dalam Parade Batik, Kenalkan Gringsing hingga Binangun Kertoraharjo

Anom Bagaskoro • Minggu, 5 Oktober 2025 | 00:20 WIB

 

Model memperagakan busana batik khas Kulon Progo.
Model memperagakan busana batik khas Kulon Progo.
 

 

 

 

Upaya pelestarian batik khas Kulon Progo, Pemkab Kulon Progo menggelar parade batik yang menampilkan khasanah batik lokal, Jumat (3/10). Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menjelaskan, Bumi Binangun memiliki beragam motif batik. Bahkan motif batik tersebut telah ada sejak Kulon Progo berdiri. Beberapa motif batik lama, juga belum banyak diketahui masyarakat luas.

"Kulon Progo memiliki motif batik, mulai dari Gringsing, Galaran, Geblek Renteng, Binangun Kertoraharjo, hingga Songsongagung," ucap Agung, saat ditemui Radar Jogja, Jumat (3/10).

Melalui peringatan hari batik nasional bertajuk Bangga Berbatik, motif lokal menampilkan dirinya. Diulas dalam talkshow dengan pemateri Lia Mustafa sebagai designer dan Inggar Bagus sebagai pengamat batik, motif batik lokal diangkat kembali.

Diangkatnya khasanah batik lokal ini, diharapkan mampu memperkenalkan warisan budaya khas Kulon Progo. Output akhirnya, pelestarian batik dapat terjaga hingga generasi selanjutnya. Pengenalan batik lokal juga diperkuat dengan gelaran fashion show dan parade batik.

Melalui visual yang dikemas menjadi pertunjukan, pengenalan batik lebih intim. Masyarakat dapat melihat langsung batik lokal yang selama ini hanya dibicarakan.

Terlebih batik lokal diusung menjadi pakaian jadi dengan beragam model. Memberikan gambaran ke masyarakat mengenai penggunaan batik yang cocok. Ajang ini, juga menjadi sarana hiburan dan sosialisasi kepada masyarakat, karena dibuka untuk umum.

Ketua Asosiasi Penjahit Kulon Progo sekaligus designer Sri Lestari Ningsih antusias mengikuti fashion show. Selain mengenalkan batik, ajang ini merupakan pengenalan produk batik. "Sangat membantu pemasaran kami, karena produk dapat dilihat masyarakat luas," ucapnya.

Sebagai pegiat busana, apresiasi fashion show disambut dengan baik. Busana rancangan mereka berpotensi terjual, jika penonton berminat. Tentu efek ini, juga berkaitan dengan pembentukan relasi untuk pamasaran. (gas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#motif batik #bupati #Kulon Progo #parade batik #Agung Setyawan #Lia Mustafa #model #batik lokal