KULON PROGO - Kolaborasi antara pemerintah daerah dengan dunia usaha tengah digagas Pemkab Kulon Progo.
Melalui corporate social responsibilty (CSR), dunia usaha dapat mengatasi masalah stunting hingga konservasi alam.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyampaikan, perusahaan di Bumi Binangun berperan penting dalam membangun daerah.
Tak hanya menyerap tenaga kerja, perusahaan juga mampu mendukung program pemerintah setempat.
"Dunia usaha memiliki peran CSR, dengan peran itu mampu mengatasi masalah di masyarakat," ucap Agung, Jumat (3/10/2025).
Agung menjelaskan, peran CSR perusahaan mampu menyasar beberapa program. Tak sekedar memberikan bantuan sekali jalan.
CSR dapat dikemas menjadi program strategis sesuai dengan arah tujuan pemerintah.
Misalnya pada masalah stunting di Bumi Binangun.
Perusahaan dapat mendukung program pengentasan stunting, dengan beragam skema.
Mulai dari bantuan, hingga pendampingan kesehatan.
Dorongan itu, tentunya bersinergi dnegan langkah dari pemerintah daerah.
Pemkab Kulon Progo sendiri, berkomitmen mengentas maslaah stunting.
Dengan kolaborasi dengan dunia usaha, masalah stunting diharapkan dapat teratasi secepat mungkin.
Selain masalah stunting, CSR dari perusahaan dapat menyasar isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Seperti masalah konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Agung mencontohkan CSR dapat digunakan untuk memberdayakan masyarakat dengan program penanaman pohon.
"Semoga CSR dari YIA ataupun perusahaan lain dapat bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Salah satu CSR yang terlihat di Oktober ini, adalah CSR dari Yogyakarta International Airport (YIA).
General Manager YIA Ruly Artha menyampaikan, terdapat dua program CSR yang telah dilakukan pada Oktober ini.
Di antaranya, program pengentasan stunting dan konservasi satwa.
Program pengentasan stunting, yang menyasar Kalurahan Karangwuni, Hargotirto, dan Jangkaran.
Program ini menyasar 300 balita, yang mendapatkan bantuan pemberian makanan tambahan sebanyak 1.200 paket.
Pemberian tambahan makanan bagi balita memastikan tumbuh kembang anak agar menjauhi kasus stunting.
Tentu pelaksanaan program telah berkolaborasi dengan puskesmas setempat.
"Selain itu, kami juga mendukumg pelaksanaan konservasi penyu di Pantai Bugel," ujarnya.
YIA juga menyasar masalah konservasi satwa di wilayah pesisir Kulon Progo.
Sebanyak 900 tukik dilepasliarkan di Pantai Bugel.
Selain pelepasan, YIA juga menggelontorkan sejumlah bantuan untuk kelompok masyarakat pelestari penyu. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva