Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Transigrak Diluncurkan di Kulon Progo! Siswa Disabilitas Dapat Fasilitas Antar Jemput Sekolah Gratis, Sayangnya Baru Beroperasi di Satu Sekolah

Anom Bagaskoro • Rabu, 1 Oktober 2025 | 22:30 WIB
MUDAH: Siswa SLB N 1 Kulon Progo diturunkan dari bus setelah sampai di sekolah. 
MUDAH: Siswa SLB N 1 Kulon Progo diturunkan dari bus setelah sampai di sekolah. 

KULON PROGO - Pemkab Kulon Progo meluncurkan layanan bus sekolah khusus siswa disabilitas, yang dinamakan Transigrak, Rabu (1/10/2025).

Layanan ini masih terbatas, sebab baru dapat beroperasi di satu sekolah, lantaran minimnya fasilitas.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kulon Progo Ariadi menjelaskan, Transigrak kependekan dari transportasi inklusif gratis ramah anak sekolah.

Layanan ini berfungsi sebagai transportasi antar jemput siswa disabilitas dari rumah menuju sekolah, begitu sebaliknya.

"Beroperasional mengakomodir disabilitas, ini fokus beroperasi untuk siswa SLB N 1 Kulon Progo," ucap Ariadi, saat ditemui Radar Jogja, sebelum peluncuran di SLBN 1 Kulon Progo, Rabu (1/10/2025).

Layanan bus sekolah yang menggunakan kendaraan roda empat bertipe minibus Elf ini memiliki dua rute.

Di antaranya, Pangkalan Congot, Toyan, Simpang 3, Bendungan, dan SLBN 1 Kulon Progo.

Sedangkan rute kedua, berawal dari SLBN 1 Kulon Progo, Srikayangan, Tugu Pensil, SMKN 1 Wates, Mutihan, Stadion Cangkring, dan kembali ke SLBN 1 Kulon Progo.

Dalam sekali rute, bus sekolah mampu mengangkut 20 sampai dengan 26 siswa.

Sehingga, sekali menjemput dan memulangkan bus sekolah dapat digunakan untuk lebih dari 80 siswa.

Operasional bus sekolah juga tergolong fleksibel.

Lantaran, penjemputan dilakukan sekitar pukul 06.00 WIB hingga 06.45 WIB.

Dalam penjemputan dan pemulangan, siswa terlebih dahulu telah didaftarkan oleh sekolah ke Dishub Kulon Progo.

Pendaftaran dilakukan untuk menentukan titik penjemputan serta identitas siswa.

"Fasilitasnya hampir sama dengan bus sekolah reguler bertipe elf, tetapi untuk kursinya masih bisa dilipat untuk kursi roda," ungkapnya.

Ariadi menyampaikan, tak ada modifikasi khusus untuk layanan bus sekolah khusus disabilitas.

Hanya saja kursi tempat duduk dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

Semisal siswa membutuhkan kursi roda untuk masuk, petugas akan melipat bangku.

Selain kursi yang mudah dilipat tak ada lagi fasilitas lain.

Di samping itu, layanan bus sekolah masih masih digunakan untuk memfasilitasi satu sekolah saja.

Berbeda dengan layanan bus reguler, yang disiapkan melakukan antar jemput sekolah-sekolah di Perkotaan Wates.

Dishub Kulon Progo mengaku perlunya pembenahan di berbagai sisi.

Termasuk pengadaan bus sekolah tambahan.

Pihaknya berupaya mengusulkan hibah bus sekolah ke Kementerian Perhubungan.

Seperti tiga bus sekolah yang digunakan saat ini, dua digunakan untuk penjemputan reguler, sedangkan satu untuk layanan bus sekolah disabilitas.

Kendati membutuhkan pembenahan, bus sekolah cukup membantu.

Kepala Sekolah SLBN 1 Kulon Progo Titi Nurhayati mengapreasiasi, layanan bus sekolah.

Lantaran bus sekolah khusus disabilitas memang dibutuhkan siswa.

"Memudahkan akses siswa-siswa kami," ucapnya.

Titi menjelaskan, banyak orangtua yang terbantu dengan layanan bus sekolah.

Lantaran, kebanyakan orangtua masih khawatir melepas keberangkatan anak untuk sekolah.

Keberadaan layanan menghilangkan kekhawatiran prangtua. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Dishub Kulon Progo #Kulon Progo #Fasilitas Antar Jemput Sekolah #minibus elf #Transigrak #gratis #Beroperasi #Disabilitas #transportasi inklusif #Sekolah #SLBN 1 Kulon Progo