KULON PROGO - Sport tourism tengah digeliatkan dengan keberadaan Jelajah Offroad Kulon Progo dan Indonesia Off-Road Federation (IOF) Championship Final Round 2025. Tak tanggung-tanggung, ada ratusan peserta yang mengikuti kegiatan wisata dan berolahraga itu.
Ketua Penyelenggara Jelajah Offroad Kulon Progo Wahyu Lambang Jatmiko menyampaikan, kegiatan baru pertama kali digelar. Selain itu, jelajah offroad juga bertepatan dengan IOF Championship Final Round 2025. Membuat kegiatan tersebut semakin meriah dengan antusias peserta dan penonton.
"Ada 750 peserta dengan 225 unit kendaraan yang mengikuti Jelajah Offroad Kulon Progo," ucap Wahyu, Sabtu (27/9).
Kegiatan yang berpusat di Bukit Cubung, Kalurahan Jatirejo, Kapanewon Lendah ini mampu menarik wisatawan dengan minat sport tourism. Tercatat 201 peserta berasal dari wilayah Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Ratusan peserta yang mengikuti kegiatan itu, tak sesuai prediksi. Lantaran, panitia memprediksi peserta tak sampai ratusan. Namun, antusias peserta ternyata luar biasa membuat kegiatan semakin meriah.
Dalam Jelajah Offroad terdapat dua ketegori yang diikuti peserta. Di antaranya, kategori Fun dan Extreme Country. Peserta mengikuti kegiatan offroad mengelilingi track sungai, lumpur, hingga medan bebatuan putih. Lintasan sepanjang 5-10 kilometer disiapkan dengan ciri khas alam, Kalurahan Sidorejo dan Jatirejo, Kapanewon Lendah mulai 27-28 September.
Di sisi lain, kompetisi IOF memiliki beberapa kategori. Diantaranya, kategori rookie, pro, dan 45+. Peserta kompetisi akan melalui lintasan yang disiapkan dengan waktu yang telah ditentukan. Terdapat 17 peserta lomba dari 11 provinsi di Indonesia.
"Harapan kami kegiatan dapat bermanfaat, dan dapat digelar rutin," ungkapnya.
Wahyu menyampaika, kegiatan diklaim mampu meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Lantaran, peserta dari luar daerah membelanjakan uang mereka di Kulon Progo. Pihaknya berharap, Jelajah Offroad dapat dilakukan menjadi agenda rutin tiap tahun.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyampaikan, kondisi ekonomi masyarakat lokal dapat terangjat berkat kegiatan tersebut. Jelajah Offroad Kulon Progo juga dilaksanakan bertepatan dengan hari jadi ke-74, menambah kemeriahan Bumi Binangun.
"Meningkatkan kunjungan wisata, menggairahkan UMKM, dan mempererat silaturahmi offroader dan masyarakat," ungkapnya.
Agung menyampaikan, kompetisi berdampak besar bagi Bumi Binangun. Multiplier effect seperti naiknya kunjungan wisata dapat dirasakan. Kegiatan tersebut juga diklaim sebagai ajang promosi wisata di Bumi Binangun. (gas)
Editor : Sevtia Eka Novarita