Tahun ini, hasil lomba desa wisata tak hanya menjadi dokumentasi pribadi. Namun, akan menjadi promosi wisata berupa video yang ditayangkan di Yogyakarta International Airport (YIA).
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Sutarman menyampaikan, lomba tahun ini cukup berbeda.
Bertajuk Anugerah Desa Wisata Menebar Pesona, kompetisi antar desa wisata memiliki beragam penilaian yang berbeda dengan tahun lalu.
"Berbeda dengan tahun lalu, lebih menekankan publikasi promosi pariwisata," ucap Sutarman, saat ditemui Radar Jogja, Minggu (28/9).
Sutarman menyampaikan, tahun 2024 penilaian lomba desa wisata mempertimbangkan paket wisata.
Juri melakukan kunjungan ke desa wisata untuk mengamati paket wisata yang bertajuk live in. Metode ini, dipilih untuk menyesuaikan segmentasi paket wisata dengan pengunjungnya.
Bersambung di tahun ini, penilaian berubah dengan menitikberatkan pada publikasi. Langkah ini, diambil sebagai tindaklanjut segmentasi paket wisata.
Desa wisata diminta membuat video pengenalan paket hingga objek wisata yang dimiliki. Tentunya, video ini sarat dengan sarana promosi.
"Video dari wisata menjadi indikator penilaian, dengan bobot 40 persen," ungkapnya.
Sebanyak 28 desa wisata yang mengikuti lomba, telah mellaui penjurian video publikasi.
Setelah diumumkan sebagai juara, video hasil lomba tak hanya menjadi dokumentasi desa wisata.
Lantaran, hasil video akan ditayangkan di YIA, yang memiliki komitmen mendukung promosi pariwisata.
Harapannya, desa wisata dapat dikenal banyak pengguna bandara terutama wisatawan.
Selain penilaian video, lomba yang bertempat di Pantai Congot 26-27 September ini juga dinilai dari aspek lain.
Di antaranya pameran ekonomi kreatif dengan bobot nilai 40% dan Asah Terampil bobot nilai 20%. Dari penilaian itu, terpilihlah lima desa wisata terbaik tahun ini.
Sementara itu, Pengelola Desa Wisata Hargomulyo Nur Atika menyampaikan antusiasnya.
Desa wisata milik kalurahan mereka memiliki beragam potensi dan paket.
Membuat promosi melalui video sangat dibutuhkan untuk menggaet pengunjung.
"Pembuatan video membutuhkan waktu dua minggu, paket wisata unggulan ditampilkan di dalam video," ungkapnya.
Nur menyampaikan, hasil video lomba diharapkan mampu mengenal wisata di desanya.
Peran dinas pariwisata diharapkan mampu menyalurkan video promosi hingga menjamah pengunjung dari berbagai daerah. (gas)
Editor : Bahana.