KULON PROGO - Cuaca esktrem diprediksi akan melanda Bumi Binangun. Oleh sebab itu, Pemkab Kulon Progo menerbitkan surat edaran (SE) waspada cuaca esktrem. Hal ini sejalan dengan prediksi Stasiun Meteorologi Jogjakarta.
Kepala Stasiun Meteorologi Jogjakarta Warjono menyampaikan, potensi cuaca esktrem bakal terjadi di Kulon Progo. Hal ini disebabkan oleh naiknya suhu muka laut yang menyebabkan pembentukan awan meningkat.
"Suhu muka laut biasanya 24 derajat celcius, sekarang naik hingga 26 derajat bahkan 32 derajat celcius," ungkapnya Jumat (26/9).
Kenaikan suhu muka laut ini, menyebabkan pembentukan awan hujan lebih cepat terjadi. Dampaknya dapat dirasakan dengan adanya fenomena kemarau basah akhir-akhir ini. Masyarakat juga dapat merasakan fenomena ini, dengan tidak adanya suhu dingin minggu-minggu ini.
Akibat kenaikan suhu air laut ini, cuaca esktrem dapat dimungkinkan terjadi pada awal musim. Oktober menjadi bulan awal musim penghujan dengan cuaca esktrem. Bentuknya, seperti intensitas hujan tinggi, hingga banyaknya kilatan petir. "Untuk puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari 2026," ungkapnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo Setiawan Tri Widada menyebut, Surat edaran Nomor 300.2/2110 menegaskan kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan dan potensi cuaca esktrem.
Dalam surat edaran, peran OPD dan masyarakat cukup banyak digambarkan. OPD dengan tegas, diminta melakukan pemantauan berkala pada daerah rawan bencana. Sarana prasarana pendukung penanggulangan bencana, turut disiapkan. Lantaran, sarpras dapat mempercepat evakuasi hingga penanggulangan saat terjadinya bencana.
Imbauan ke masyarakat juga tak luput dari surat edaran. Menjelang musim penghujan, pemkab menghimbau agar masyarakat melakukan pembersihan saluran air. Memangkas ranting pohon untuk memitigasi potensi bencana angin kencang turut dihimbau.
Masyarakat juga diminta waspada dengan potensi bencana yang berpotensi terjadi di setiap wilayah. "Ancaman bencana hidrometeorologi cukup banyak," ungkapnya.
Pentingnya persiapan menghadapi musim hujan bukan tanpa sebab. Wilayah Kulon Progo terbilang lengkap dalam bencana. Saat musim hujan, terdapat potensi bencana longsor dan banjir. Banjir berpotensi terjadi di wilayah selatan. Sedangkan, longsor berpotensi terjadi di wilayah utara. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo