Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

TPI Bugel Kulon Progo Diusulkan Masuk Program Kampung Nelayan Karena Rusak Parah

Anom Bagaskoro • Rabu, 24 September 2025 | 21:11 WIB
RAMAI: Nelayan Pantai Bugel menjual ikan tangkapan di TPI Bugel. 
RAMAI: Nelayan Pantai Bugel menjual ikan tangkapan di TPI Bugel. 

KULON PROGO - Tempat pelelangan ikan (TPI) Bugel diusulkan masuk program kampung nelayan.

Tujuannya agar bangunan TPI yang bertahun-tahun rusak parah segera direhabilitasi.

"Memang kondisinya rusak berat, struktur tiang retak hingga pelelangan yang belum representatif," ungkap Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulon Progo Suryadi, saat ditemui Radar Jogja di ruang kerjanya, Rabu (24/9/2025).

 

Dia menjelaskan, TPI Bugel yang terletak di Kalurahan Bugel, Kapanewon Panjatan telah berumur dua dekade.

Selama itu pula perawatan bangunan minim, namun aktivitas pelelangan tetap berjalan hingga sekarang.

Menurutnya kerusakan TPI telah mencapai kategori berat.

Sebenarnya, upaya perbaikan tempat pelelang telah dilakukan namun belum menyentuh keseluruhan.

Seperti halnya dua TPI di wilayah pesisir Kulon Progo.

TPI Congot dan TPI Trisik, telah menerima anggaran Dana Keistimewaan (Dais) untuk perbaikan sarpras pelelangan.

"Karena keterbatasan anggaran daerah, kami mengusulkan perbaikan (TPI Bugel, Red) dengan dukungan Dais, tetapi batal," ungkapnya.

Suryadi menjelaskan, DKP Kulon Progo telah mengusulkan anggaran Dais untuk perbaikan TPI Bugel di tahun 2024.

Namun, realisasi perbaikan batal terjadi tahun 2025.

Lantaran, efisiensi Dais memangkas seluruh anggaran perbaikan sebesar Rp 3 miliar.

Untuk mengupayakan, perbaikan pihaknya mengusulkan TPI Bugel menjadi salah satu penerima program Kampung Nelayan besutan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Tujuannya, agar TPI dapat dikembangkan dengan cara perbaikan infrastruktur pendukung.

"Kami hanya mengawal, yang mengusulkan dari DPUPKP Kulon Progo," ujarnya.

Program kampung nelayan dianggap mampu menangani masalag TPI Bugel. Lantaran, informasi yang diperoleh pihaknya, gelontoran anggaran kampung nelayan mencapai Rp 10 miliar.

Untuk memperkuat usulan kampung nelayan, pihakny mengupayakan pemenuhan syarat administrasi.

Misalnya perizinan tanah TPI Bugel yang dimiliki Pura Pakualaman hingga DED.

Dengan harapan, tahun 2026 perbaikan dapat direalisasikan.

Sementara itu, Pedagang ikan TPI Bugel Murtijo berharap perbaikan TPI dapat terwujud.

Lantaran, kondisi bangunan rusak parah akibat tak tersentuh perbaikan. Utamanya struktur atap yang porak poranda akibat dihantam angin laut.

"Kalau hujan sering bocor, cukup mengganggu aktivitas perdagangan," ungkapnya.

Kondisi itu membuat pedagang tak betah untuk berjualan di TPI.

Mereka memilih menjajakan hasil tangkapan nelayan di pelataran ataupun di TPI lain.

Hal ini, sangat disayangkan pedagang. Lantaran, potensi transaksi perikanan di TPI Bugel tergolong banyak.

Terutama keramaian wisatawan yang terletak di dekat TPI Bugel. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Aktivitas #rehabilitasi #pelelangan ikan #DKP Kulon Progo #Panjatan #Dinas Kelautan dan Perikan Kulon Progo #TPI Bugel #TPI Bugel Kulon Progo #Rusak Parah #Program Kampung Nelayan