Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ada YIA, Evakuasi ke Zona Aman di Kalurahan Rawan Tsunami Cukup 10 Menit

Anom Bagaskoro • Rabu, 24 September 2025 | 04:25 WIB

 

 

Perwakilan desa menandatangani komitmen membentuk Desa Siaga Tsunami
Perwakilan desa menandatangani komitmen membentuk Desa Siaga Tsunami
 

KULON PROGO – Keberadaan Yogyakarta International Airport (YIA) diklaim sebagai salah satu sarpras evakuasi dini. Sebelum adanya YIA, waktu evakuasi dari zona bahaya ke zona aman memakan waktu 30 menit. Namun, semenjak terdapat YIA dengan beragam fasilitas, waktu evakuasi cukup 10 menit.

Hal itu menjadi salah satu perhatian Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati saat menyelenggarakan sekolah lapang gempa (SLG), dengan peserta dari 11 kalurahan rawan tsunami.

"Jadi ini salah satu program internasional, untuk mengurangi timbulnya korban jika terjadi tsunami di Samudera Hindia," ucap Dwikorita, saat ditemui awak media, Selasa (23/9).

Dwikorita mengungkapkan, potensi tsunami dari Samudera Hindia akibat gempa dahsyat bisa terjadi sewaktu-waktu. Hal ini tengah menjadi fokus dunia Internasional. Membuat Indonesia menjadi bagian dari 25 negara yang masuk dalam program tsunami ready.

Komitmen terhadap isu dan program tsunami ready, dilaksanakan dengan program SLG. Di DIJ, Kulon Progo menjadi daerah yang melaksanakan SLG. Pesertanya berjumlah 55 orang dari berbagai lintas sektoral. "Pesertanya termasuk perwakilan kalurahan, untuk menyiapkan menjadi Desa Siaga Tsunami," ungkapnya.

Dalam SLG, BMKG akan memberikan sejumlah materi berkaitan dengan mitigasi bencana. Utamanya, golden time evakuasi pascagempa berpotensi tsunami. Menurutnya, wilayah Kulon Progo memiliki kesiapa siagaan bencana yang unggul.

Alasannya, dari segi pendidikan siaga bencana telah banyak diajarkan sejak dini. OPD pengampu evakuasi juga telah melakukan pemetaan daerah rawan dan zona merah bencana tsunami.

Langkah-langkah itu, merupakan pilihan tepat dalam menanggulangi bencana yang tak terprediksi. "Sarpras penunjang di Kalurahan Glagah juga sudah ada YIA," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menyambut baik keberadaan SLG. Pasalnya, SLG merupakan upaya mrnurunkan resiko dan dampak alibat bencana alam. Tentu penurunan resiko ini bersumber dari Sumberdaya Manusia yang telah ditingkatkan. (gas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#samudera hindia #tsunami #Yogyakarta Intenational Airport #slg #evakuasi #YIA #zona aman #dwikorita karnawati #desa #BMKG