KULON PROGO - Hari Jadi Kabupaten Kulon Progo ke-74 kembali diperingati dengan khidmat dan meriah.
Di 74 tahun Bumi Binangun, peringatan ditandai dengan rangkaian kegiatan, tak hanya hiburan, melainkan manfaat luas bagi masyarakat.
Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono menyampaikan, perayaan hari jadi telah dimulai sejak 1 September 2025 hingga 1 November 2025.
Mulai dari kegiatan Deklarasi Kulon Progo Damai hingga Penutupan Hari Jadi, terangkai 39 kegiatan selama dua bulan.
"Puncak acara berada pada Rapat Paripurna Hari Jadi 15 Oktober," ucap Triyono, saat ditemui Radar Jogja, Kamis (18/9/2025).
Triyono menyampaikan, peringatan hari jadi mengusung tema Sinergi dan Kolaborasi untuk Kulon Progo.
Tema ini menekankan pentingnya kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha hingga kalangan eksternal.
Tujuan dari penekanan tema, berkaitan untuk mewujudukan pembangunan yang maju tanpa meninggalkan keberagaman dan kearifan lokal, seperti gotong royong.
Tema peringatan hari jadi dapat dilihat dari segi rangkaian kegiatan.
Tak hanya pesta rakyat saja, rangkaian kegiatan juga menekankan keharmonisan. Dapat dilihat dengan kegiatan pengajian dan ziarah makam leluhur.
Rangkaian kegiatan juga tetap mempertahankan identitas Bumi Binangun yang memiliki beragam kearifan lokal.
Kegiatan seperti Pentas Wayang Kulit, Peringatan Hari Batik, Menoreh Art Festival, dan Gladhen Ageng Jemparingan menonjolkan sisi budaya yang kerap ditemui di masyarakat.
Potensi wisata di Bumi Binangun turut serta diangkat dalam kegiatan berbasis hiburan masyarakat.
Di antaranya, Menoreh Art Festival, Arung Progo Festival, Glagah Lagoon Fest, hingga Kulon Progo International Cycling Festival.
Tak hanya bersifat hiburan, kegiatan itu mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Kulon Progo.
Lantaran, dari kegiatan akan muncul berbagai titik perekonomian baru.
"Perayaan hari jadi tidak hanya seremonial, tetapi menjawab kebutuhan masyarakat," ungkapnya.
Triyono menegaskan, hari jadi ditandai dengan kegiatan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Kegiatan semacam bedah rumah, Bakti Sosial, Pembagian Tenda PKL, hingga pemberian dukungan ke usaha mikro dapat bermanfaat ke masyarakat luas.
Pemkab Kulon Progo berharap agar masyarakat bisa menyukseskan peringatan hari jadi.
Lantaran, kegiatan yang diselenggarakan memang dikhususkan untuk masyarakat.
Terutama kegiatan hiburan, yang menjadi ajang mengekspresikan diri, tanpa meninggalkan kearifan lokal.
Salah satu kegiatan yang nantinya akan memberikan manfaat dan menjadi sarana hiburan masyarakat adalah Manunggal Fair.
Kali ini Manunggal Fair mengangkat tema, Binangun Kertaraharja Kulon Progo Kuncara Ing Bawana.
Acara tahunan ini, nantinya berpusat di Alun-Alun Wates mulai dari 26 September hingga 4 Oktober.
Hal ini dibenarkan oleh Direktur Perumda Aneka Usaha Muhammad Nasta'in.
Nasta'in menyampaikan, Manunggal Fair adalah tempat masyarakat berkumpul dan beraktivitas.
Banyak stand OPD, BUMD, hingga UMKM ditampilkan dalam kegiatan ini.
Tentu bukan hanya sekedar pameran biasa, Manunggal Fair turut dimeriahkan dengan berbagai hiburan.
"Ini pesta rakyat, memang kegiatannya fokus memberikan hiburan ke masyarakat," ungkapnya.
Manunggal fair menyediakan ruang masyarakat untuk menikmati beragam agenda hiburan dan edukasi.
Mulai dari festival seni, lomba melukis dan mewarnai, fashion show, festival musik pelajar, hingga ruang literasi digital.
Berbagai komunitas turut meramaikan, termasuk olahraga, pecinta kopi, hingga pegiat budaya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva