Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Daging Ayam di Kulon Progo Tembus Rp 40 Ribu, Pedagang Kehilangan 60 Persen Omzetnya

Anom Bagaskoro • Kamis, 18 September 2025 | 16:10 WIB

 

BERJUALAN: Pedagang ayam menata potongan daging untuk menarik pembeli.
BERJUALAN: Pedagang ayam menata potongan daging untuk menarik pembeli.

KULON PROGO - Harga komoditas pangan di Kulon Progo kembali mengalami kenaikan. Salah satunya, komoditas daging ayam yang mengalami kenaikan cukup drastis. Menyebabkan penurunan penjualan yang dialami oleh pedagang.

Pedagang Daging Ayam Pasar Bendungan Sukarni menyampaikan, kenaikan telah terjadi sejak sepekan terkahir. Normalnya harga daging ayam berada di kisaran Rp 30 ribu per kilogram. Akan tetapi, awal September lalu harga mulai merangkak naik.

 Baca Juga: Kuota Sampah di TPA Piyungan Tinggal 2.400 Ton, Pemprov DIY: Semuanya untuk Kota Jogja

"Sekarang Rp 39 ribu, di pasar-pasar lain sudah Rp 40 ribu," ucap Sukarni, Rabu (17/9).

Perempuan yang akrab disapa Karni itu, menyebutkan kenaikan harga cenderung cukup drastis. Setiap minggunya harga ayam mengalami kenaikan Rp 2 ribu. Hal ini mulai terlihat pertengahan Agustus, harga ayam masih di angka Rp 27 ribu.

 Baca Juga: Prediksi PSG vs Atalanta Liga Champions Kamis 18 September Kick Off 02.00, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

Pedagang yang mengambil stok daging langsung dari peternak ini menjelaskan penyebab kenaikan harga. Menurutnya, stok daging ayam di pasaran cenderung sedikit. Pasalnya, suplai daging ayam mengalami penurunan selam sebulan terakhir.

"Suplai dari peternak ataupun distributor memang jatahnya sedikit," ungkapnya.

Karni menjelaskan, peternak memang sedang mengalami masalah kekurangan panen. Lantaran, beberapa peternak memutuskan gulung tikar akibat fluktuasi harga ayam yang cenderung merugikan.

 Baca Juga: Kompleks Kepatihan Panas, Gubernur DIY HB X Galakkan Rukti Bumi

Diketahui pada Juli hingga Agustus, harga ayam di angka Rp 28 ribu. Harga dipasaran yang rendah itu, cukup mencekik peternak. Lantaran, ppeternak ayam menghabiskan biaya operasional cukup banyak untuk pakan. Padahal pakan ternak ayam cenderung mengalami kenaikan. Dampaknya, peternak merugi dan enggan melanjutkan usahanya.

"Sekarang stok menipis, kemungkinan naik lagi," ungkapnya.

 

Dampak kelangkaan stok dan tingginya harga ayam, membuat pedagang ikut merugi. Mengingat terjadi penurunan pembelian daging. Biasanya pembeli daging untuk konsumsi rumah tangga selalu ada setiap harinya. Namun, saat harga melambung pembeli sektor rumah tangga enggan melakukan pembelian. Bahkan penurunan omzet penjualan mencapai 60 persen.

 Baca Juga: Kompleks Kepatihan Panas, Gubernur DIY HB X Galakkan Rukti Bumi

Sementara itu, Pembeli Daging Ayam Katmini membenarkan kondisi harga komoditas yang naik. Sebagai ibu rumah tangga, kenaikan cukup berdampak pada pembelian.

 

"Sekarang belinya sedikit saja satu kilo ataupun setengah kilo," ungkapnya.

 Baca Juga: BPBD Gunungkidul Mulai Droping Air Bersih, Warga Semugih Menjadi Penerima Droping Pertama

Tingginya harga membuat ibu rumah tangga memutar otak. Terutama mengakali jumlah pembelian dan mencari komoditas lauk pengganti. Katmini berharap pemerintah dapat menormalkan harga komoditas pangan di pasaran.

Berdasarkan data Dinas Perdagangan Kulon Progo kenaikan harga di komoditas daging ayam cukup signifikan. Rata-rata harga daging ayam mencapai Rp 39.822. Harga tertinggi berada di Pasar Wates dengan angka Rp 40 ribu. (gas)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#ayam #pasar #Kulon Progo #stok daging #komoditas pangan #daging ayam #harga #harga ayam #peternak #omzet