KULON PROGO - Sosialisasi beasiswa pendidikan menengah kembali digelar. Kali ini, acara yang diinisiasi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY itu dipusatkan di Balai Kalurahan Bojong, Kapanewon Panjatan, Kulon Progo.
Anggota Komisi D DPRD DIY Fajar Gegana hadir sebagai narasumber. Fajar menilai beasiswa pendidikan menengah harus tersampaikan ke masyarakat luas. Khususnya orang tua ataupun siswa yang memiliki latar belakang dari keluarga kurang mampu.
"Selama ini, banyak masyarakat yang belum mengetahui program beasiswa dari Pemda DIY," ucap Fajar di sela acara Rabu (17/9).
Dari pengalamannya, kebanyakan masyarakat lebih mengenal beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) yang dari APBN. Menyadari itu, dia mendukung sosialisasi diadakan secara masif. Informasi mengenai program beasiswa dari APBD DIY dapat diterima langsung oleh masyarakat.
“Masyarakat dapat memanfaatkan program tersebut,” kata mantan wakil bupati Kulon Progo ini.
Ketersediaan penerima program beasiswa tergolong mengalami kenaikan. Sebagai mitra kerja, Komisi D DPRD DIY mengawalnya agar masyarakat kurang mampu dapat memanfaatkan program itu. Tujuannya, menjamin kelangsungan pendidikan dapat dirasakan semua warga.
“Selama sosialisasi masyarakat cukup antusias. Terutama mempertanyakan cara mendaftar guna mendapatkan beasiswa," ungkapnya.
Sosialisasi mendapatkan sambutan positif. Itu dapat dilihat saat pemaparan materi. Peserta semangat mengikuti. Bahkan saat sesi diskusi, banyak yang mengajukan pertanyaan.
Materi pertanyaan masih seputar teknis mengajukan beasiswa. Teknis program beasiswa sebenarnya dapat dilihat di Peraturan Gubernur DIY Nomor 5 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemberian Beasiswa Pendidikan.
Staf Balai Pendidikan Menengah Kulon Progo Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Rosalia Riandari menjelaskan, sosialisasi beasiswa pendidikan menengah sengaja menyasar masyarakat secara langsung. Utamanya, orang tua yang memiliki siswa SMA/SMK dengan kondisi ekonomi kurang mampu.
Rosalia menerangkan, ada tiga program beasiswa yang disiapkan. Beasiswa Kartu Cerdas, Jaminan Kelangsungan Pendidikan (JKP), dan Beasiswa Retrieval. Setiap beasiswa memiliki target khusus. Misalnya, JKP, menyasar siswa SMA/SMK swasta yang mengalami penahanan ijazah karena alasan ada biaya pendidikan yang belum dibayar. (gas/kus)
Editor : Sevtia Eka Novarita