KULON PROGO - Tahun 2025 ini, DPRD Kulon Progo mendapat tiga mobil dinas baru.
Mirisnya, pengadaan bus sekolah untuk kepentingan siswa justru tak terlaksana.
Padahal bus sekolah di Bumi Binangun telah beroperasi dan sudah overload.
Berdasarakan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Sekretariat DPRD Kulon Progo menganggarakan Rp 1,79 miliar.
Diketahui terdapat Paket Kendaraan Roda Empat dengan ID 59524134 yang menjelaskan detil pengadaan barang.
Anggaran itu digunakan untuk pengadaan mobil dinas baru.
Pemilihan waktu diperkirakan pada Mei 2025 lalu.
Total terdapat tiga mobil dinas baru yang kini telah terparkir di garasi Kantor DPRD Kulon Progo.
"Memang seperti itu, sekitar Rp 1,7 miliar untuk tiga mobil," ucap narasumber yang tak ingin disebutkan namanya, Jumat (12/9/2025).
Menurutnya, mobil dinas anggota DPRD dapat dilihat oleh masyarakat luas. Pasalnya, mobil telah digunakan sejak beberapa bulan lalu.
Di samping itu, model mobil dinas tergolong mewah di jalanan Kulon Progo.
Mirisnya, pengadaan mobil dinas baru ini berkebalikan dengan kondisi sarpras.
Menjadi sorotannya, adalah operasional bus sekolah yang digunakan pelajar.
Menanggapi pengadaan mobil dinas baru, Kepala BKAD Kulon Progo Taufiq Amrullah enggan berkomentar.
Pihaknya meminta maaf atas tak munculnya tanggapan untuk media.
"Langsung tanya ke pak sekwan," melalui pesan singkat whatsapp ke Radar Jogja.
Demikian Sekretaris DPRD Kulon Progo Sarji juga enggan berkomentar.
Radar Jogja pun mencoba menghubungi Ketua DPRD Kulon Progo Aris Syarifuddin.
Akan tetapi, hingga berita dibuat politisi asal PDIP ini belum menjawab.
Sementara itu, Kepala Seksi Angkutan Dishub Kulon Progo Tedjo Priyono menyampaikan kurangnya bus sekolah.
Lantaran, baru dua armada bus sekolah yang beroperasi.
Sedangkan satu armada hasi hibah 2025, belum beroperasional akibat kekurangan surat STNK.
"Saat ini baru dua armada dengan kapasitas satu armada untuk mengangkut 20 penumpang," ungkapnya.
Tedjo menjelaskan, armada bus sekolah sangat dibutuhkan. Lantaran, siswa peminat bus tergolong banyak.
Mulai dari jenjang SD hingga SMA.
Hal ini dapat dilihat, saat bus beroperasional di wilayah perkotaan Wates.
Hampir setiap jam operasional, bus dipenuhi siswa.
Bahkan melebihi kapasitas penumpang, terutama saat jam pulang di hari Jumat.
Sebenarnya, Dishub Kulon Progo telah berupaya mengusulkan pengadaan bus sekolah.
Akan tetapi, usulan tak pernah ditindaklanjuti, dengan alasan keterbatasan anggaran.
Lantaran, pengadaan bus sekolah mencapai Rp 700 juta per unit.
Dishub justru berusaha memperoleh hibah bus sekolah dari kementerian.
Seperti usulan di tahun 2023 yang terwujud di tahun 2025. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva