KULON PROGO - Masyarakat Kapanewon Sentolo Kulon Progo yang telah menerima ganti untung atas pengadaan tanah terdampak pembangunan Tol Jogja-Yogyakarta International Airport (YIA) diimbau agar tidak berperilaku konsumtif.
Hal itu disampaikan Panewu Sentolo Armawati.
"Kami telah melakukan pendampingan ke masyarakat terdampak Tol Jogja-YIA. Sejak awal sosialisasi hingga pencairan, kami melakukan pendampingan," ucap Armawati, Rabu (3/9/2025).
Armawati menyampaikan, pendampingan berjenjang dilakukan ke masyarakat penerima ganti untung.
Sejak menjalani sosialisasi hingga tahap pencairan, masyarakat telah didampingi dalam prencana penggunaan uang ganti untung.
Pendampingan berkaca pada kasus di beberapa daerah terdampak pembangunan yang mendapatkan ganti untung.
Namun, karena pola konsumtif masyarakat uang ganti untung justru tak dimanfaatkan dengan cara bijaksana.
Dampaknya, masyarakat terdampak justru tak bisa memulai kehidupan baru pasca merelakan tanah mereka.
"Ibaratnya seperti uang kaget, tentu masyarakat juga akan kaget, maka perlu pendampingan," ujarnya.
Armawati menyampaikan, pendidikan finansial menjadi salah satu pokok pendampingan.
Namun, paling utama justru memberikan pemahaman masyarakat mengenai menyiapkan kehidupan baru pasca menerima ganti untung.
Masyarakat diminta menyiapkan rumah tinggal agar tak terlantas pasca pembangunan.
Di sisi lain, masyarakat diminta tak menerapkan budaya konsumtif.
Menerima besaran ganti untung miliaran rumah bukan menjadi sebab masyarakat spontan membeli beragam barang mahal.
Masyarakat justru diajak bijak memanfaatkan uang, ataupun membuat usaha yang terukur.
"Ini sudah terlihat, di dua kalurahan di Kapanewon Sentolo," ujarnya.
Menurutnya, hasil pendampingan dapat terlihat di Kalurahan Banguncipto dan Kaliagung.
Banyak miliader baru yang justru fokus menyiapkan kehidupan baru berupa rumah dan usaha.
Kebanyakan dari mereka juga berinvestasi tanah, untuk mengganti lahan pertanian yang digusus pembangunan.
Salah satu penerima ganti untung Widodo menyampaikan, dirinya menerima Rp 8 miliar atas ganti untung tanah miliknya.
Uang yang diterima akan dimanfaatkan sebaik mungkin.
"Yang jelas menyiapkan rumah baru dulu, kemarin mencari di sekitar Triharjo Wates," ujarnya.
Selain menggunakan untuk membangun rumah, keluarganya berencana membesarkan bisnis mereka.
Selama ini, keluarganya mendapat penghasilan dari usaha menjahit.
Uang ganti untung nantinya akan menjadi modal tambahan. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva