KULON PROGO - Pemkab Kulon Progo tengah melakukan revitalisasi di sekitaran Kawasan Alun-Alun Wates. Salah satu yang paling mencolok adalah pencopotan simbol geblek renteng di pagar rumah dinas (Rumdin) bupati.
Pantauan Radar Jogja, proses penggantian pagar dengan simbol geblek renteng telah dilakukan sejak, Sabtu (30/8/2025) lalu. Pagar yang identik dengan simbol kepemimpinan Bupati Hasto Wardoyo itu, kini telah berubah menjadi simbol gunungan.
Kepala UPTD Persampahan dan Pertamanan Budi Purwanta menyampaikan, penggantian merupakan upaya perbaikan. Tanpa ada tendensi politis apapun, pihaknya hanya melakukan perawatan rutin.
"Yang melakukan desain pagar juga bukan kami, melainkan konsultan di tahun 2025," ucap Budi, saat dihubungi Radar Jogja, Selasa (2/9/2025).
Budi menjelaskan, kondisi pagar geblek renteng memang membutuhkan perbaikan total. Pasalnya, terdapat kerusakan pada struktur pagar utama yang berbahan GRC. Kerusakan cukup wajar mengingat, pagar berada di luar ruangan dan terpapar panas serta hujan.
Penggantian pagar tetap mengenakan bahan yang sama berupa GRC. Akan tetapi, struktur penyangga pagar tetap menggunakan struktur lama. Yang berbeda dari sebelumnya, justru berada pada model pagar. Bukan menggunakan geblek renteng, melainkan simbol gunungan. Namun, pihaknya tak tahu menahu terkait pemilihan model. Lantaran, desain pagar dilakukan oleh konsultan pembangunan.
"Pagar dan gapura plengkung akan diganti juga," ujarnya.
Sebenarnya, penggantian pagar merupakan salah satu komponen pekerjaan atas perawatan rutin fasilitas sekitar Alwa. Nilai perawatan rutin ini mencapai Rp 340 juta. Komponen dari ratusan juta itu, digunakan untuk perbaikan LPJU, pengecatan, perbaikan pot, hingga penggantian pagar.
Khusus di area depan Rumah Dinas Bupati, perbaikan memakan Rp 160 juta. Anggaran itu digunakan untuk mengganti pagar, perbaikan instalasi listri jalan, dan perbaikan minor lain.
"Bukan dadakan, ini sudah dianggarkan sejak tahun lalu," ujarnya.
Budi menyampaikan, pekerjaan perawatan rutin diprediksi selesai sebelum Hari Jadi Kulon Progo ke-74. Lantaran, perbaikan ditujukan untuk menyambut hari jadi yang juga akan berpusat di Alun-Alun Wates.
Sebelumnya, kejadian penggantian simbol kepemimpinan Hasto telah dilakukan Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko. Jejak kepemimpinan Hasto berupa pot bunga dihilangkan dari peredaran.
Ambar berdalih, pemindahan pot bunga dialkukan untuk menciptakan keleluasaan beraktivitas di trotoar. Lantaran, dimensi pot berukuran besar dan berada di atas trotoar. (gas)
Editor : Iwa Ikhwanudin