Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Protes setelah Setengah Dasawarsa Menunggu soal JJLS, Warga Karangwuni Kulon Progo: Pemprov DIY Menipu Kami 

Anom Bagaskoro • Selasa, 2 September 2025 | 17:10 WIB
Protes setelah Setengah Dasawarsa Menunggu soal JJLS, Warga Karangwuni Kulon Progo: Pemprov DIY Menipu Kami 
Protes setelah Setengah Dasawarsa Menunggu soal JJLS, Warga Karangwuni Kulon Progo: Pemprov DIY Menipu Kami 

 

KULON PROGO – Habis sudah kesabaran warga Kalurahan Karangwuni, Wates Kulon Progo. Warga yang terdampak pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Kalurahan Karangwuni itu akhirnya memasang spanduk atau baner protes. Aksi ini diakibatkan sikap pemprov yang dianggap membohongi warga. Karena tak segera memberikan kepastian meski sudah lima tahun menunggu.

Pantauan Radar Jogja di lokasi aksi, Sejak pukul 12.00, belasan warga telah berkumpul di timur Balai Kalurahan Karangwuni. Bahu-membahu memasang banner, warga menggunakan tali dan bambu untuk memasang baner yang dikaitkan dengan pohon di sepanjang JJLS.

Kordinator Warga Terdampak Karangwuni Eko Yulianto menjelaskan, aksi pemasangan banner dilakukan oleh masyarakat terdampak JJLS di Karangwuni, Kapanewon Wates. Berbekal banner, tali dan bambu, warga memasang puluhan banner di sepanjang jalan sekitar satu kilometer. "Total 20 banner dipasang bertahap, hari ini baru sekitar sembilan banner," ucap Eko, saat ditemui awak media usai pemasangan banner, Senin (1/9).

Eko menjelaskan, aksi merupakan tindak lanjut atas hasil audiensi berjenjang yang dilakukan beberapa waktu lalu. Di pertengahan Juni lalu, warga terdampak JJLS telah melakukan audiensi ke Pemkab Kulon Progo. Audiensi lantas berlanjut di awal Juli lalu, berjenjang hingga ke Pemprov DIJ.

Warga yang berupaya melakukan audiensi secara berjenjang berharap mendapat keadilan. Lantaran, tuntutan mereka adalah pemerintah memberikan kepastian terkait ganti untung JJLS di wilayah Karangwuni. Mengingat sudah enam tahun berjalan, kepastian ganti untung tak ada kabar. "Audiensi dengan Bu Anna (Kepala Dinas PUP-ESDM DIJ Anna Rina Herbranti)dan Bu Made (Kepala Bapperinda DIJ Ni Made Dwipanti) menjanjikan ada kepastian JJLS di Agustus, tetapi sampai sekarang tidak ada," ucapnya.

Saat audiensi dengan Pemprov DIJ, warga mendapat angin segar. Pasalnya, pemprov menjanjikan kepastian kelanjutan JJLS akan segera dikeluarkan. Namun, hingga awal September kepastian itu tak kunjung didengar.

Hal itulah yang membuat masyarakat merasa dibohongi dan disepelekan. Selama ini, warga telah bersabar dengan janji kepastian selama enam tahun. Rasa kecewa membuat warga kembali memasang banner berisi luapan hati. Mulai dari "Proyek JJLS Bohongi Rakyat" hingga "Kami Tidak Butuh Alasan Pusat dan IPL".

Rasa kecewa juga dirasakan warga terdampak lain, Mujiran. Kekesalan dan kekuhannya diluapkan secara blak-blakan ke awak media. Lantaran, selama ini warga Karangwuni yelah bersabar cukup banyak.  "Kecewa campur aduk, kami juga siap menolak," ucapnya.

Mujiran menyampaikan, enam tahun telah dilalui menunggu kepastian, setelah dirinya menerima slip ganti untung. Namun, haknya tak segera diterima. Ketika bersabar dan menemupuh jalan damai dilakukan, masyarakat justru menemui jalan buntu.

Bahkan ketika mengadu ke Pemprov DIJ pihaknya merasa dibohongi dengan janji palsu. Akibatnya, muncul opini sebagian masyarakat yang menolak pembangun JJLS. (gas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Anna Rina Herbranti #Pemprov DIY #JJLS #Ni Made Dwi Panti Indrayanti #Kulon Progo #karangwuni #banner #wates #Dinas PUP ESDM DIY