Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Unik, Puluhan Layangan Mengikuti Lomba Gapangan di Padukuhan Krembangan Kulon Progo

Anom Bagaskoro • Senin, 1 September 2025 | 22:27 WIB
ANTUSIAS: Peserta lomba membawa dan mencoba layangan di sawah Padukuhan Krembangan Kulon. 
ANTUSIAS: Peserta lomba membawa dan mencoba layangan di sawah Padukuhan Krembangan Kulon. 

KULON PROGO - Warga Padukuhan Krembangan Kulon, Kalurahan Krembangan, Kapanewon Panjatan memiliki tradisi unik berupa lomba layang-layang.

Di tahun ini, lomba yang didikuti puluhan peserta, mengusung kategori layang-layang daplangan (gapangan).

Ketua Panitia Lomba Layangan Daplangan Imadudin Budi Alfian menyampaikan, lomba layangan menjadi agenda tahunan bulan Agustus ataupun September.

Bahkan, warga telah menganggap lomba menjadi bagian dari tradisi mereka.

"Rutin digelar, tahun ini ada 63 peserta, bukan hanya dari wilayah sini saja," ucap Alfian, saat ditemui Radar Jogja, Minggu (31/8/2025).

Alfian menyampaikan, lomba layangan dianggap bagian dari masyarakat bukan tanpa sebab.

Pasalnya, bentuk layangan yang diperlombakan cukup spesifik, yaitu model daplangan.

Secara karakteristik model daplangan, merupakan bentuk tradisional dari sebuah layangan.

Sekaligus, diyakini sebagai bentuk yang diwariskan turun temurun dari leluhur.

Selain dari segi bentuk, wilayah Krembangan Kulon menjadi tempat ideal penerbang layangan.

Di kelilingi sawah, dan menjadi jalur angin laut serta bukit membuat lokasinya menantang penerbang layangan.

Lantaran, angin di Krembangan Kulon cukup kencang dan tak terprediksi.

Bahkan saat perlombaan, layangan daplangan yang terkenal tahan banting bisa patah tiba-tiba.

"Tahun ini dibebaskan ukurannya, layangan peserta terbesar diameter tiga meter," ujarnya.

Dalam lomba tahun ini, hanya ada dua kategori yang dilombakan, yaitu kategori daplangan dan keindahan.

Kategori daplangan tak membatasi diameter. Hanya saja, juri akan menilai komponen bentuk, kreatifitas, manuver, dan kestabilan saat terbang.

Sedangkan kategori keindahan diukur dari motif dan bentuk layang-layang daplangan.

Antusias dalam lomba layangan nampak jelas.

Bukan hanya peserta, warga sekitar turut menjadi pononton setia.

Saat layangan berhasil terbang mereka akan memberikan apresiasi.

Namun, saat layangan daplangan tak mampu menahan kuatnya angin, warga akan bersorak ramai.

Salah satu peserta asal Depok Panjatan Desta Lintang Pamungkas mengungkapkan antusiasnya.

Bahkan, Desta mempersiapkan dua layangan daplangan untuk mengikuti lomba teraebut.

"Ini sudah beberapa kali ikut, jadi persiapan membuat layangan sekitar sebulan yang lalu," ujarnya.

Sebagai penghobi layangan, lomba menjadi sarana menikmati waktu dengan kegiatan positif.

Selain itu, kondisi angin di Krembangan Kulon cukup menantang bagi penghobi.

Pasalnya, salah satu layangan milik Desta tak kuat menahan gempuran angin hingga mengalami kerusakan.

Padahal dari segi rangka cukup kuat, dan diameter jumbo berukuran tiga meter. Akan tetapi, dirinya tak mempermasalahkan.

Lantaran, kegiatan itu hanya untuk bersenang-senang. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#tradisi unik #Kulon Progo #layangan daplangan #unik #angin #Padukuhan Krembangan #layangan #lomba layangan #Lomba Gapangan