Orang nomor dua di Bumi Binangun itu ‘bersih-bersih’ pot bunga yang terpasang di beberapa sudut di Kota Wates. Ratusan pot Bunga yang terpasang di trotoar itu dipindah. Alasannya, mengganggu aktivitas pejalan kaki.
”Trotoar ini hak masyarakat. Jangan sampai dipenuhi pot bunga,” ucap Ambar saat ditemui Radar Jogja di ruang kerjanya, Rabu (27/8/2025).
Menurutnya, keberadaan puluhan pot bunga itu tidak sesuai dengan peruntukkan trotoar. Meski, keberadaannya memberikan kesan rindang. Keberadaan pot bunga di sekitar Alun-Alun Wates (Alwa), misalnya.
”Alwa merupakan pusat keramaian. Sering dikunjungi masyarakat,” tuturnya.
Penyandang disabilitas, kata Ambar, juga terdampak dengan keberadaan pot bunga di trotoar. Keberadaannya menghalangi ruang gerak kursi roda.
Akhirnya, banyak pengguna kursi roda yang memilih berjalan di jalan raya. Meski, risiko kecelakaan besar.
”Tidak inklusif. Masyarakat penyandang disabilitas akan kesulitan mengakses trotoar," ujarnya.
Sejak hari pertama menjabat sebagai wabup, Ambar menceritakan, sudah menaruh perhatian serius terhadap keberadaan pot bunga yang terpasang di beberapa sudut di Kota Wates.
Karena itu, Ambar menegaskan, tidak ada tendensi politik atas penyingkiran pot bunga tersebut. Ambar hanya ingin mengakomodasi kebutuhan penyandang disabilitas. Sekaligus, mewujudkan kota ramah difabel melalui pemanfaatan infrastruktur.
Pantauan Radar Jogja, ratusan pot bunga dipindah ke Taman Binangun dan Wana Winulang. Ratusan pot bunga yang identik dengan angka delapan itu dipasang sekitar belasan tahun lalu.
Alias, ketika Hasto Wardoyo menjabat periode pertama sebagai bupati Kulon Progo. Politikus PDI Perjuangan itu dilantik sebagai bupati Kulon Progo periode pertama pada 22 Desember 2011.
Kepala Bidang Pengelolaan dan Pengembangan Persampahan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulon Progo Ade Wahyudiyanto menyebut, ada 800 pot Bunga yang dipindah.
Dari informasi yang tertera dalam pot, Ade memperkirakan pembuatan tempat bunga itu sekitar tahun 2012-1018. Nomenklaturnya masih menggunakan kantor lingkungan hidup. (gas/zam)
Editor : Herpri Kartun