KULON PROGO - Setiap orang memiliki hobi masing-masing. Bahkan hobi mereka cenderung tak berubah sejak kecil hingga dewasa. Salah satunya, hobi bermain layang-layang yang digeluti Triyanto, warga Kalurahan Banaran, Galur, Kulon Progo.
Triyanto mengaku, masa kecilnya dihabiskan dengan bermain layangan. Hal itu terus berlanjut hingga dia berumah tangga dan kini menginjak kepala empat. Hobi bermain layangan tetap dilakukan di waktu senggang.
"Dulu bermain di sekitar sawah Banaran, yang sekarang sisi barat Jembatan Pandansimo," ucap Triyanto saat ditemui di kediamannya Kamis (21/8).
Namun kini, dia bukan hanya sekadar hobi bermain layangan. Triyanto juga memiliki ketekunan dan keterampilan dalam hal membuat layangan dan menjadi hobi barunya.
Sekitar 10 tahun lalu, marak layangan dengan ukuran jumbo. Dari tren itu, Triyanto memulai tekun membuat layangan. Awalnya, Triyanto hanya membuat layangan jumbo berukuran satu hingga dua meter. Namun, karena bosan dengan bentuk yang itu-itu saja, dirinya mulai berinsiatif membentuk layangan dengan beragam variasi.
"Dulu lihat, layangan di beberapa daerah ternyata bagus-bagus, akhirnya dicontoh," ucapnya.
Bentuk layangan mulai diadaptasi dari pengalamannya melihat festival layangan. Dari situlah dirinya mulai bereksperimen membuat layangan kelas festival.
Tentu perlu memakan banyak waktu dan merogoh kocek dalam. Untuk mengikuti festival saja, dia rela menghabiskan puluhan juta. Meskipun tak pernah membawa trofi kemenangan, dia tetap membuat layangan beragam bentuk. Sebab dari sini, dia mendapatkan tambahan penghasilan. "Kemarin layangan naga dengan kepala diameter satu meter bekas terjual Rp 6,9 juta," ucapnya.
Dalam setahun, dia mampu membuat 5-10 layangan naga berukuran jumbo. Hobi membuat layangan, kini menjadi ladang penghasilan tinggi. Lantaran, satu layangan bisa dibanderol Rp 7 juta hingga Rp 10 juta. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita