Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Grup Paduan Suara Pasar Wates, Berisi Ibu-Ibu Pedagang Yang Hobi Bernyanyi Hingga Aransemen Lagu

Anom Bagaskoro • Minggu, 17 Agustus 2025 | 18:50 WIB

EKSPRESI: Ibu-ibu pedagang Pasar Wates menyanyikan lagu kebangsaan di upacara hari kemerdekaan.
EKSPRESI: Ibu-ibu pedagang Pasar Wates menyanyikan lagu kebangsaan di upacara hari kemerdekaan.
KULON PROGO - Di balik suksesnya pelaksanaan Upacara Bendera Hari Kemerdekaan RI ke-80 di Pasar Wates, tak lepas dari peran paduan suara. Berisikan ibu-ibu pedagang, Grup Paduan Suara Pasar Wates menarik perhatian pengunjung pasar.

Bukan tanpa sebab, berkat penampilan mereka, upacara bendera berhasil digelar secara khidmat. Melalui nyanyian lagu wajib, pengibaran bendera diliputi rasa nasionalisme.

Di sisi lain, melalui nyanyian lagu pop dan dangdut padca upacara, menjadikan gelaran hari kemerdekaan semakin meriah.

Ketua Grup Paduan Suara Pasar Wates Veronica Samiasih menjelaskan, grup paduan suara terbentuk sekitar 10 tahun lalu.

Saat itu, grup hanya berisi segelintir pedagang yang memiliki hobi bernyanyi. Berujung membentuk perkumpulan, dan secara aktif menjadi paduan suara sejak lima tahun terakhir.

"Setiap ada upacara hingga kegiatan pasar kami selalu tampil," ucap Samiasih, saat ditemui Radar Jogja, Minggu (17/8).

Asih menyampaikan, setiap kegiatan pasar paduan suara selalu ditampilkan.

Berkat itu, selama tiga tahun terakhir anggota paduan suara mencapai 40 orang. Semula hanya berkumpulnya penghobi tarik suara, pedagang kini memiliki paduan suara sendiri.

Seperti di upacara bendera tahun ini, grup paduan suara ikut memberikan suara mereka. Mulai dari Indonesia raya, lagu wajib, hingga lagu hiburan dinyanyikan demi meriahkan hari kemerdekaan.

"Untuk penampilan kali ini, kami berlatih seminggu sekali," ucapnya.

Asih menyampaikan, untuk menampilkan pertunjukan yang baik, pihaknya menyiapkan diri selama satu bulan. Lantaran, mereka harus menyesuaikan waktu berjualan dan latihan secara bersamaan. Di sisi lain, lagu hiburan juga perlu disiapkan.

Ada dua lagu hiburan yang ditampilkan, yaitu lagu Gemu Fa Mi Re dan Tombo Kangen.

Untuk memeriahkan upacara, pihaknya juga mengenakan baju khusus. Mengusung konsep budaya timur, paduan suara mengenakan baju adat Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini semakin memperkuat, lagu Gemu Fa Mi Re yang dinyanyikan.

"Kami juga menyiapkan koreografi untuk menambah kesan hiburan," ucapnya.

Selain suara yang pas didengar, paduan suara juga menarikan koreografi sambil bernyanyi.

Melalui gerakan sederhana yang sesuai fengan lirik lagu, paduan suara berhasil menyampaikan pesan dari nyanyian. Hal ini juga memantik hiburan bagi warga Pasar Wates.

Bahkan beberapa pengunjung mengabadikan momentum itu.

Salah satu yang mengapresiasi penampilan mereka adalah, Kepala Bidang Sarpras Pasar Disdag Kulon Progo Sri Rahayu.

Menurutnya, penampilan paduan suara tepat sasaran di dalam upacara. Selain itu, pasca kegiatan padian suara ikut menghibur pengunjung pasar. Membuat pasar semakin hidup. (gas)

Editor : Bahana.
#paduan suara #Kulon Progo #hut ri #Pasar Wates