Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pasar Wates di Kulon Progo Gelar Upacara Kemerdekaan dengan Biaya Sendiri, Pesertanya Mulai Dari Pedagang Hingga Kuli Panggul

Anom Bagaskoro • Minggu, 17 Agustus 2025 | 17:37 WIB

KHIDMAT: Warga Pasar Wates mengikuti upacara bendera di pelataran pasar.
KHIDMAT: Warga Pasar Wates mengikuti upacara bendera di pelataran pasar.
KULON PROGO - Suasana Pasar Wates nampak berbeda, dan lebih khidmat dari biasanya. Pedagang hingga Kuli Panggul secara swadaya menggelar upacara bendera Hari Kemerdekaan RI ke-80, Minggu (17/8).

Pantia Upacara Bendera Pasar Wates Riok Sudaryo menjelaskan, kegiatan upacara sengaja digelar oleh warga pasar demi memeriahkan hari kemerdekaan.

Dengan dana swadaya, upacara bendera berhasil digelar dengan khidmat.

"Upacara seperti ini, memang rutin kami lakukan," ucap Riok, saat ditemui Radar Jogja di Pasar Wates, Minggu (17/8).

Riok menyampaikan, sedikitnya ada 400 peserta yang mengikuti upacara di pelataran Pasar Wates.

Kebanyakan dari mereka merupakan, pedagang pasar pagi, pedagang reguler, kuli panggul, juru parkir, hingga satpam. Kompak dengan pakaian keseharian, mereka memulai upacara sejak pukul 07.30 WIB.

Terlepas dari kesederhanaan peserta, petugas upacara justru tampil dengan maksimal. Pengibar bendera serta petugas yang mengatur barisan mengenakan pakaian formal.

Sedangkan, paduan suara sengaja mengenakan kostum adat dari NTT. Mereka mempersiapkan acara itu sejak awal Agustus.

Kendati menggunakan kostum berbeda, upacara tetap digelar tertib. Tepat pukul 07.45 WIB, bendera merah putih berhasil dikibarkan tanpa ada kendala satu pun.

Dilanjutkan dengan pembacaan teks proklamasi, dan sesi lain yang kerap ditemui pada upacara bendera.

"Sebagai generasi penerus, setidaknya bisa mengenang, menghargai, dan memeriahkan hari kemerdekaan," ucapnya.

Walau pasar tradisional mulai tergerus zaman, pihaknya tetap ingin menghargai kemerdekaan.

Menurutnya, tanpa kemerdekaan pasar sebagai tulang punggung penghasilan mereka tak bisa berdiri. Membuat seluruh warga pasar mau tak mau perlu memeriahkan momen itu.

Bagi warga pasar, upacara diharapkan dapat memupuk rasa nasionalisme. Selain itu, rasa saling memiliki bisa terbentuk melalui kegiatan yang dilakukan bersama.

Dengan itu, Pasar Wates dapat berkembang melalui kebersamaan dan gotongroyong penghuninya.

Upacara juga diklaim sebagai sarana menunjukkan eksistensi aktivitas perekonomian.

Dengan keberadaan upacara, diharapkan dapat meramaikan pasar tradisional kembali. Utamanya, melakukan kunjungan ataupun transaksi jual beli.

Salah satu pedagang pasar Yuliati menggambarkan antusiasnya.

Sudah tujuh kali dirinya mengikuti kegiatan upacara bendera di pasar. Harus meninggalkan dagangannya untuk mengikuti upacara, perempuan paro baya ini tetap khidmat menjalankan upacara.

"Sangat jarang ditemui, jadi cukup antusias setiap upacara hari kemerdekaan," ucapnya.

Yuli menyampaikan, di momentum hati kemerdekaan dia berharap ekonomi segera pulih.

Lantaran, kemerosotan ekonomi berdampak ke pasar tradisional. Bahkan semenjak covid-19, pasar mulai ditinggalkan. (gas)

Editor : Bahana.
#upacara kemerdekaan #Pasar Wates #HUT RI Ke 80