KULON PROGO - Ada yang berbeda dengan panorama Jembatan Sesek Temben yang berada di Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo.
Meski tampak tua, seolah-olah semangatnya membara.
Jembatan kayu itu berdiri kokoh, mengibarkan semangat yang membara, bak semangat perjuangan.
Sejalan dengan momentum Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ya, masyarakat setempat mempersolek Jembatan Sesek Temben, dengan memasang 100 bendera merah putih.
Pengelola Jembatan Sesek Temben Sumarno mengungkapkan, pemasangan bendera sengaja dilakukan untuk memperingati hari kemerdekaan.
Pemasangan bendera merupakan agenda tahunan, pada jembatan yang menghubungkan Kabupaten Kulon Progo dan Bantul.
"Ada 100 bendera yang terpasang di setiap tiang jembatan, ditambah di jalan sekitar," ucap Sumarno, saat ditemui Radar Jogja di Jembatan Sesek Temben, Kamis (14/8/2025).
Tiang bambu pengikat bendera berkombinasi latar jembatan diatas sungai menambah kesan gagah.
Tak jarang pengendara yang melewati jembatan kayu itu, memilih memelankan kecepatannya.
Mereka, ingin menikmati keindahan bendera berpadu dengan derasnya sungai.
Untuk mengakses jembatan ini, masyarakat bisa melalui Jalan Lendah-Sentolo dari sisi barat ataupun Jalan Sedayu-Gesikan di sisi timur.
Saat memasuki area jalan jembatan, pengunjung akan melihat jajaran bendera terpasang di pinggir jalan.
Dengan kontur sedikit menurun, pengunjung langsung disuguhkan panorama jembatan dengan ornamen bendera yang membelah sungai.
Sumarno menjelaskan, pemasangan bendera telah dilakukan sejak awal Agustus.
Ratusan bendera itu, merupakan swadaya dari masyarakat sekitar jembatan.
Kebanyakan dari mereka merupakan pengelola jembatan itu.
"Setiap tahunnya, kami menganggarkan Rp 500 ribu untuk menghadirkan pernak-pernik kemerdekaan," ucapnya.
Selain bendera, pengelola juga menambah lampu hiasan yang terpasang di pagar jembatan.
Saat menjelang sore, lampu akan menyinari malam hingga keesokan harinya. Menambah kesan indah yang membelah Sungai Progo.
Tak jarang, pengunjung dari luar daerah sengaja datang untuk melihat jembatan itu.
Utamanya saat pagi ataupun siang hari.
Lantaran, posisi matahari terbit dan terbenam kerap diincar pengunjung.
Bagi penggemar fotografi, Jembatan Sesek menjadi spot foto terbaik. Apalagi, dengan tema hari kemerdekaan.
Sumarno menyampaikan, jembatan sesek merupakan akses alternatif musiman. Lantaran, hanya bisa ditemui saat musim kemarau saja.
Sedangkan saat musim penghujan, jembatan akan tenggelam dalam air Sungai Progo.
"Kurang lebih ada 500 kendaraan yang melewati jembatan ini," ujarnya.
Kendati jembatan bersifat sementara, banyak masyarakat yang memanfaatkan.
Lantaran, jembatan dinilai lebih efisien dibanding harus memutar sejauh 6 km melalui Bendungan Kamijoro.
Pengguna jalan, lebih memilih mengeluarkan uang Rp 3 ribu untuk pulang pergi melewati jembatan ini.
Salah satu pengunjung jembatan Riyadi mengungkapkan, antusiasnya.
Berbekal kamera dirinya selalu mengabadikan jembatan itu, saat hari kemerdekaan.
Lantaran, jembatan mencerminkan gotong-royong masyarakat dalam merayakan hari kemerdekaan.
"Hampir setiap tahun pasti datang kesini, mengabadikan momen," ungkapnya.
Pria paro baya asal Kapanewon Sentolo ini, menyampaikan waktu optimal untuk mengabadikan momen terjadi saat sore hari.
Lantaran, semburat matahari terbenam akan mempercantik kegagahan jembatan dan bendera yang terpasang. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva