Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tahun Depan Kulon Progo Hadirkan Lapangan Voli di Tiap Kelurahan, Bupati: Tapi Juga Bisa Dipakai Olahraga Lain

Anom Bagaskoro • Rabu, 13 Agustus 2025 | 16:10 WIB
   TANDING: Pemain bola voli melakukan servis pada bola yang melambung.
  TANDING: Pemain bola voli melakukan servis pada bola yang melambung.

 

KULON PROGO – Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menegaskan, program satu kalurahan satu lapangan dipastikan akan diwujudkan tahun depan. Sesuai dengan kajian pemkab, nantinya lapangan yang akan diwujudkan berupa lapangan voli.

" Akan tetapi, secara fungsionalnya lapangan voli bisa digunakan sebagai sarpras olahraga," ucap Agung, saat ditemui awak media usai melepas atlet NPC di Kalurahan Sendangsari, Pengasih Selasa (12/8).

Pembangunan lapangan akan dilakukan di setiap kalurahan secara bertahap. Menuntaskan pembangunan satu lapangan di satu kalurahan menjadi skema pekerjaan. "Kalurahan nanti tinggal menerima hibah, jadi tidak membebani anggaran kalurahan," ungkapnya.

Agung menegaskan, pembuatan lapangan voli bukan hanya sekadar program yang diusungnya. Pihaknya mengklaim lapangan voli berdampak banyak ke masyarakat. Bagi kaum muda, lapangan voli diharapkan menjadi sarpras yang dapat dimanfaatkan. Terutama untuk mengurangi dampak negatif dari pergaulan dan gadget.

Selain itu, keberadaan sarpras olaharaga dapat memastikan perputaran ekonomi di tingkat desa. Lantaran, setiap ada kompetusi olahraga akan menjadi tontontan masyarakat. UMKM yang berjualan diharapkan dapat bertumbuh dari titik keramaian itu.

Sementara itu, Ketua National Paralympic Comitee (NPC) Kulon Progo Widi Nuryanto mendukung program satu kalurahan satu lapangan. Lantaran, sebagai organisasi pembibitan atlet, pihaknya selalu terkendala sarpras.

"Daerah utara kesulitan untuk langsung ke kota, jadi kalau ada sarpras disana bisa lebih baik," ungkapnya.

Widi menegaskan, lapangan voli diharapkan bisa terbuka digunakan masyarakat khususnya kaum difabel. Tentunya sarpras juga harus inklusif, dengan mempertimbangkan kebutuhan kaum difabel. Seperti menghindari lapangan bertingkat, dengan akses yang tak bisa digunakan pemakai kursi roda.

Jika program itu berhasil, NPC diharapkan mendapat akses. Lantaran, lapangan voli bisa digunakan untuk latihan cabang olahraga voli kursi roda taupun anggar kursi roda. (gas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#NPC #bupati #voli #pengasih #lapangan voli #Kulon Progo #sendangsari #kalurahan #Agung Setyawan #gadget